Wanam Siap Maju, Tapi Ada Pesan Tegas Ketua Dewan Adat untuk Pembangunan PSN

Selasa 25-08-2026,11:08 WIB
Wanam Siap Maju, Tapi Ada Pesan Tegas Ketua Dewan Adat untuk Pembangunan PSN

PSN Masuk Wanam Merauke, Ketua Dewan Adat Ungkap Syarat Penting---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, diharapkan mampu membuka jalan menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan jati diri, adat, serta kebudayaan setempat.

Ketua Dewan Adat Wanam, Yohanis Agabe Mahuze, menegaskan masyarakat adat harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan yang berlangsung di wilayah mereka.

Menurut Yohanis, pembangunan nasional memiliki peran penting dalam membuka akses, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan. Namun, pembangunan di wilayah adat harus tetap memperhatikan keberadaan dan kepentingan masyarakat adat sebagai bagian utama dari proses tersebut.

“Pembangunan harus berjalan, tetapi adat dan budaya jangan hilang. Masyarakat harus tetap kuat dan mendapatkan manfaat dari pembangunan,” kata Yohanis dalam Dialog Masyarakat Adat di Kampung Wanam, Selasa (26/8/2026).

PSN Wanam Diharapkan Buka Peluang Ekonomi

Yohanis menilai kehadiran PSN di Wanam dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal. Ia berharap pembangunan berskala besar tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan ruang ekonomi dan meningkatkan kapasitas masyarakat setempat.

“Masyarakat berharap pembangunan berskala besar tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang ekonomi dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Wanam perlu mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring pelaksanaan pembangunan.

Peluang tersebut mencakup lapangan pekerjaan, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha masyarakat, hingga penguatan ekonomi kampung.

“Kalau pembangunan besar masuk ke Wanam, masyarakat harus ikut merasakan manfaatnya. Jangan sampai proyek berkembang, tetapi masyarakat di sekitarnya tetap tertinggal,” ujarnya.

Yohanis juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat adat tidak boleh sebatas sosialisasi. Masyarakat harus mempunyai ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus ikut membahas kebutuhan dan arah pembangunan di wilayah mereka.

“Masyarakat adat harus diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan ikut membicarakan kebutuhan serta arah pembangunan di wilayah mereka,” tegasnya.

Adat Bukan Penghambat Pembangunan

Dalam pandangan Yohanis, penguatan adat tidak semestinya dianggap sebagai hambatan bagi pembangunan. Justru, nilai adat dan kebudayaan dapat menjadi fondasi sosial agar pembangunan berjalan selaras dengan karakter masyarakat setempat.

“Adat bukan untuk menghambat pembangunan. Adat justru menjadi dasar agar pembangunan bisa berjalan dengan baik dan masyarakat tetap punya pegangan,” katanya.

Ia menyebut Wanam memiliki kekayaan budaya yang besar, mulai dari sejarah, simbol marga, pakaian adat, kerajinan, rumah adat, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: