BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

Rabu 26-08-2026,08:47 WIB
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 242-Dok. Telkom-

NUSA DUA, DISWAY.ID - Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 2428 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali. 

Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” dan mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara untuk membahas perkembangan AI, konektivitas global, cloud, serta infrastruktur digital yang sekaligus membuka peluang sinergi lintas industri dalam skala global. 

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Terbaru 25 Agustus 2026, Terpantau Naik Rp18.000 Per Gram Cek Rinciannya di Sini

Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor, kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal, konektivitas global, dan kolaborasi lintas negara terus meningkat. 

Perkembangan tersebut mendorong pelaku industri untuk membangun infrastruktur dan layanan digital yang semakin terintegrasi guna menjawab kebutuhan transformasi digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. 

Seiring berkembangnya lanskap industri digital, BATIC tidak lagi sekadar menjadi forum bagi industri telekomunikasi. 

Konferensi ini telah berevolusi menjadi platform strategis yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, investor, hingga pelaku industri digital dari berbagai negara untuk bertukar wawasan, memperkuat kemitraan, serta mendorong terbentuknya fondasi transformasi digital di kawasan Asia Pasifik. 

BATIC menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai perspektif dan kapabilitas guna menciptakan peluang pertumbuhan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

BACA JUGA:IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen di Sesi I, Diproyeksikan Menguat

Dalam agenda konferensi pers BATIC 2026 yang digelar pada Selasa (25/8), Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa, kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menangkap peluang dan membangun masa depan ekonomi digital yang semakin terhubung. 

“TelkomGroup memiliki peran strategis dalam memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. BATIC merupakan event yang membanggakan bagi TelkomGroup dan terus berkembang setiap tahunnya dengan tema yang relevan bagi industri. Di tengah pesatnya investasi AI dan digital di kawasan Asia Pasifik, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sebagai salah satu pasar digital paling prospektif. Potensi ini perlu diterjemahkan melalui penguatan infrastruktur, inovasi, dan ekosistem digital yang mumpuni. BATIC 2026 hadir sebagai panggung kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem tersebut dan menciptakan nilai yang lebih besar, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan dan dunia,” ujar Dian. 

BACA JUGA:Promo Alfamart Terbaru Pekan Ini 24-28 Agustus 2026, Sabun Rinso hanya Rp10 Ribuan

Lebih lanjut, Dian menambahkan, Telin sebagai kekuatan TelkomGroup di kancah internasional terus mengambil peran dalam menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital global melalui sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan mitra strategis sebagai faktor penting untuk mempercepat inovasi dan memperkuat daya saing.  

Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, menyoroti peran strategis infrastruktur konektivitas internasional, khususnya kabel laut, dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan bandwidth yang didorong oleh perkembangan adopsi AI dan kebutuhan data center. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait