UIII Wisuda 204 Lulusan dari 22 Negara, 34 Doktor Jadi Angkatan Perdana
Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) mencetak sejarah dengan meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri.-Dok/Istimewa-
“Ini bukan hanya soal duduk satu kelas dengan orang dari negara lain. Ini soal belajar melihat dunia dari kacamata yang berbeda,” ujar Syafiq.
Ia menambahkan, keberadaan UIII juga menjadi salah satu bentuk kontribusi Indonesia dalam percakapan akademik dan intelektual global. Pengalaman Indonesia dalam mengembangkan relasi antara Islam, demokrasi, dan pluralisme dinilai memiliki nilai untuk dibagikan kepada masyarakat internasional.
“Keyakinan kami: pengalaman Indonesia tentang Islam, demokrasi, dan pluralisme layak ditawarkan ke dunia,” katanya.
Dengan karakter tersebut, UIII diarahkan bukan hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan tinggi, tetapi juga ruang dialog lintas bangsa. Para mahasiswa dari berbagai negara dipertemukan dalam lingkungan akademik yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan pengalaman.
Di hadapan para wisudawan, Prof. Jamhari juga menekankan bahwa hubungan antara alumni dan almamater tidak berhenti setelah prosesi wisuda.
Ia mengajak lulusan tetap menjadi bagian dari ekosistem UIII melalui berbagai kegiatan, mulai dari riset, pembangunan jejaring hingga program mentoring.
“Kalian boleh meninggalkan kampus, tapi tidak akan pernah meninggalkan UIII,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar komunitas alumni ikut berkontribusi terhadap perkembangan kampus. Prof. Jamhari juga mengajak keluarga besar UIII memberikan dukungan terhadap pengembangan dana abadi atau endowment kampus.
“Keluarga bukan hanya tempat menerima. Keluarga juga tempat memberi,” katanya.
Lebih jauh, Rektor UIII mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa konsekuensi tanggung jawab. Dunia yang akan mereka hadapi, kata dia, diwarnai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari polarisasi, perkembangan teknologi, ketimpangan ekonomi hingga konflik.
Karena itu, para lulusan diminta tetap mengedepankan sikap kritis sekaligus rendah hati ketika menghadapi perbedaan.
“Gelar bukan tujuan akhir pendidikan. Gelar adalah tanggung jawab,” tegasnya.
Ia kemudian berpesan agar para lulusan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling merendahkan.
“Berpikirlah kritis, tetapi tetap rendah hati. Boleh berbeda, tapi jangan saling merendahkan,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan UIII angkatan 2026 akan bergabung dalam komunitas alumni yang tersebar di berbagai wilayah. Selain Indonesia dari Sabang hingga Merauke, jaringan alumni juga akan menjangkau sejumlah negara seperti Pakistan, Nigeria, Afghanistan, dan Tanzania.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: