Program STEM Nasional 2026: Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru

Kamis 03-09-2026,20:33 WIB
Program STEM Nasional 2026: Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru

STEM diterapkan sejak dini, diharapkan membangun budaya anak yang kreatif, berani mencoba, mencipta, menguji, memperbaiki, dan mencoba kembali-disway.id/Dody Suryawan-

KUDUS, DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) sebagai salah satu strategi meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan talenta Indonesia menghadapi kebutuhan masa depan.

Program STEM tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi digital, tetapi juga mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, memecahkan persoalan nyata, serta menghasilkan inovasi yang relevan dengan lingkungan sekitar.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd mengatakan, penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam memastikan pembelajaran STEM dapat diterapkan secara efektif di satuan pendidikan.

BACA JUGA:Prabowo Bicara Soal ‘Meja Makan’ Rakyat: Pembangunan Tak Boleh Cuma Untungkan Segelintir Orang

Program pelatihan STEM Kemendikdasmen telah mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP hingga SMK. Kemitraan juga dikembangkan bersama sejumlah lembaga, termasuk Monash University dan SEAQIS.

Dalam program pelatihan STEM dengan prinsip 5M (mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful) Ditjen GTK telah mencetak 121 guru sebagai fasilitator nasional serta 34 fasilitator dari UPT Ditjen GTK.

“Penguatan kapasitas pendidik menjadi fondasi agar pembelajaran STEM tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diterapkan melalui pengalaman belajar yang kontekstual,” ujar Nunuk, di sela-sela peluncuran Steam Nasional, di  Kudus, Kamis, 3 September 2026.

Pada 2026, pelatihan STEM disiapkan melalui tahapan berjenjang. Sebanyak 43 sekolah menjadi sasaran pelatihan mandatory pusat, dengan 121 fasilitator nasional dan 34 fasilitator UPT.

BACA JUGA:Bukan Lagi Saksi, Febrie Adriansyah Kini Diperiksa sebagai Tersangka TPPU

Selanjutnya, 58 sekolah menjadi sasaran mandatory UPT dengan target 1.636 orang.

Program ini kemudian diarahkan pada diseminasi yang ditargetkan menjangkau 116 sekolah dan 3.272 orang.

Pembelajaran STEM juga menggunakan pendekatan experiential learning melalui tahapan konseptual, aplikasi, aktivitas, dan refleksi. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran lebih mudah, bermakna, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: