DPR Dorong Pemerintah Terapkan School-Based Kitchen, Kasus Keracunan MBG Disebut Sudah Sistemik
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mendorong pemerintah untuk mengubah sistem dapur untuk makan bergizi gratis (MBG) berbasis sekolah seiring meningkatnya keracunan -Tangkapan Layar TV Parlemen -
JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendesak pemerintah mengubah sistem dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai tingginya kasus keracunan menunjukkan persoalan dalam pelaksanaan MBG sudah bersifat sistemik.
Charles mengusulkan agar pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan dapur berbasis sekolah atau school-based kitchen sebagai alternatif dari sistem dapur tersentralisasi yang berjalan saat ini.
BACA JUGA:BGN Bakal Pindah ke Grha Merah Putih, Sudaryono Ungkap Target 1-2 Bulan Lagi
Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan yang disampaikan Charles, sebanyak 50.059 orang tercatat menjadi korban keracunan dalam pelaksanaan program MBG.
Data tersebut mencatat 560 kejadian keracunan yang tersebar di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota.
"Dengan angka tersebut, hampir seluruh provinsi di Indonesia disebut telah mengalami kasus keracunan dalam dua tahun terakhir," kata Charles saat RDP dengan BGN, Kamis, 3 September 2026.
"Kalau kita melihat angka seperti ini, ini adalah permasalahan sistemik, permasalahan sistemik yang harus diselesaikan dengan perbaikan sistem, perubahan sistem," sambung Charles.
BACA JUGA:Ada Benang Merah Kematian Sutrimo dengan Kasus Febrie? Kuasa Hukum Beri Jawaban Tegas
Menurut dia, banyaknya kasus keracunan tersebut menunjukkan persoalan MBG bukan lagi sekadar kesalahan yang terjadi pada satu dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepala dapur, maupun tenaga pengolah makanan.
Dia pun mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perubahan secara fundamental dengan mengubah sistem dapur tersentralisasi menjadi dapur berbasis sekolah atau school-based kitchen.
Menurutnya, dengan diberlakukannya sistem dapur berbasis sekolah dapat mengurangi risiko keracunan karena makanan bisa dimasak dan langsung disajikan kepada siswa dalam waktu yang lebih singkat.
Dia menjelaskan, makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang memiliki risiko kontaminasi bakteri yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Keluar Kejagung Setelah 10 Jam, Eks Jampidsus Febrie Siap Jika Perkara Dibawa ke Pengadilan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: