Desa Sade Dibangun Kembali, Gubernur NTB Tekankan Warisan Budaya Tetap Terjaga
Gubernur NTB Ungkap Arah Rekonstruksi Desa Sade---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Rekonstruksi Desa Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kembali rumah-rumah yang terbakar.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menilai pemulihan kawasan tersebut harus sekaligus menjaga sejarah, ruang hidup, serta identitas masyarakat Sasak yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurut Iqbal, proses membangun kembali Desa Sade memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan konstruksi pada umumnya. Desa yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon budaya NTB tersebut merupakan bagian dari perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Sasak.
“Rekonstruksi Desa Sade ini bukan sekadar mendirikan kembali bangunan. Kita ingin membangun kembali peradaban. Jadi bukan sekadar kita desain terus bangun, tidak. Ini kerja-kerja sejarah, kerja peradaban,” kata Iqbal di Desa Sade, Lombok Tengah, NTB, Kamis, 3 September 2026.
Lebih dari 300 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Desa Sade mengalami kebakaran pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan lebih dari 300 warga kehilangan tempat tinggal.
Tidak hanya rumah warga, kebakaran juga melahap sejumlah rumah tradisional yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas Desa Sade. Bangunan-bangunan tersebut sekaligus menjadi representasi ruang hidup masyarakat Sasak yang telah dipertahankan secara turun-temurun.
Kondisi tersebut membuat proses pemulihan tidak bisa dilakukan hanya dengan pendekatan pembangunan fisik. Iqbal meminta pemerintah dan pihak terkait memahami terlebih dahulu karakter Desa Sade sebelum menentukan bentuk rekonstruksinya.
Filosofi arsitektur, tata ruang, material yang digunakan hingga nilai kehidupan masyarakat harus menjadi bagian dari pertimbangan dalam pembangunan kembali kawasan tersebut.
“Karena itulah nilai-nilai yang membentuk Desa Sade secara turun-temurun dari generasi ke generasi,” katanya.
Rekonstruksi Desa Sade Tidak Boleh Terburu-buru
Iqbal juga mengingatkan agar proses rekonstruksi kawasan Desa Sade tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Menurutnya, kebutuhan masyarakat untuk segera kembali menjalani kehidupan sehari-hari memang harus mendapatkan perhatian, tetapi hal tersebut tidak berarti pembangunan kampung adat dapat dilakukan tanpa perencanaan matang.
Kecepatan dalam memulihkan kehidupan warga, kata dia, perlu dibedakan dengan ketergesa-gesaan dalam membangun kembali sebuah kawasan adat.
Sebab, pembangunan yang hanya mengejar penyelesaian fisik dikhawatirkan justru menghilangkan karakter asli Desa Sade.
Pemerintah, lanjut Iqbal, ingin memastikan rumah-rumah yang nantinya kembali berdiri tetap memiliki keterkaitan dengan filosofi, tata ruang, dan nilai budaya yang selama ini membentuk kehidupan masyarakat Sade.
Dengan demikian, pemulihan pascakebakaran tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga mempertahankan identitas Desa Sade sebagai kampung budaya masyarakat Sasak.
Momentum Menguatkan Status Desa Adat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: