Bandara Soetta-Halim Ditutup hingga 18.00 WIB Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin 07-09-2026,11:52 WIB
Bandara Soetta-Halim Ditutup hingga 18.00 WIB Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan-disway.id/Candra Pratama-

JAKARTA, DISWAY.ID - Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan Bandara Halim Perdanakusuma diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB, Senin, 7 September 2026.

Perpanjangan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap ruang udara dan keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia sendiri memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan. 

BACA JUGA:Evo Group Bawa Pakan Kucing Indonesia ke Level Dunia, 3 Brand Resmi Masuk Guinness World Records

Pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.

"Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026," kata EVP of Corporate Secretary, Hermana Soegijantoro, Senin, 7 September 2026.

Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," jelasnya.

BACA JUGA:Link dan Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Gratis, Cek Secara Real Time

"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," sambungnya.

Ia menambagkan, AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi.

"Mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," tukasnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap penumpang yang terdampak, pihak Bandara Soetta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). 

Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan SRA diaktifkan untuk memastikan kebutuhan penumpang tetap terpenuhi selama periode penutupan sementara. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait