IHSG di Zona Undervalued
Arjun Ajwani – Research Analyst INFOVESTA: IHSG diperdagangkan pada valuasi yang jarang terjadi dalam 15 tahun terakhir, diskon itu kini disertai perbaikan arah aliran dana asing dan target defisit RAPBN 2027 yang lebih rendah, namun kualitas katalisnya b-dok disway-
Dalam penyampaian pemerintah pada 14 Agustus 2026, defisit RAPBN 2027 ditargetkan 2,40% terhadap PDB atau setara pembiayaan Rp671,2 triliun. Rasio itu lebih rendah daripada target APBN 2026 sebesar 2,68% PDB dengan pembiayaan Rp689,1 triliun, turun 0,28 poin persentase (28 bps).

Gambar 2. Target defisit RAPBN 2027 lebih rendah daripada APBN 2026--
Penurunan itu perlu diurai. Secara nominal defisit hanya turun Rp17,9 triliun atau 2,6%, sementara rasionya terhadap PDB turun 10,4% secara relatif.
Selisihnya berasal dari penyebut, yaitu asumsi PDB nominal yang tumbuh sekitar 8,8%. Belanja negara justru dinaikkan menjadi Rp4.097,2 triliun dan perbaikan rasio bertumpu pada asumsi penerimaan pajak Rp2.591 triliun, sejalan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi 6% yang lebih tinggi daripada target 5,4% pada APBN 2026.
Pembandingnya pun perlu diluruskan, karena 2,68% adalah target APBN 2026 dan bukan realisasinya.
Pemerintah sendiri memproyeksikan defisit 2026 melebar ke kisaran 2,85% PDB, sementara Badan Anggaran DPR memperkirakan Rp734,3 triliun.
Yang berlangsung karena itu bukan pengetatan belanja, melainkan ekspansi yang ditopang asumsi penerimaan agresif dan kredibilitasnya baru akan teruji pada pelaksanaan.
Bagi investor, yang dinilai pasar adalah kebutuhan penerbitan surat utang dan premi risiko yang menyertainya, bukan angka target di atas kertas.
Responsnya masih campuran. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di 7,10% pada 9 September 2026, turun sekitar 9 bps dalam sebulan namun masih 66 bps lebih tinggi dibanding setahun lalu.
Rupiah bergerak di kisaran Rp17.500 per dolar AS, membaik dari Rp17.700 pada awal bulan. Perbaikan terlihat pada arah, belum pada level.
BACA JUGA:IHSG Ditutup Melemah 88,86 Poin, Tekanan Sentimen Global AS–Iran
Aliran Dana Asing Berbalik Arah, Kualitasnya Belum Solid
Per 31 Agustus 2026 IHSG ditutup di 6.525,48 atau naik 22,6% dari titik terendah 8 Juni, dan berada di kisaran 6.589 pada 11 September 2026 atau sekitar 23,8% di atas dasarnya. Meski begitu indeks masih terkoreksi sekitar 24% sepanjang tahun.
Investor asing mencatat pembelian bersih Rp1,62 triliun pada Juli dan Rp1,19 triliun pada Agustus, berlanjut dengan Rp2,30 triliun dalam sepekan perdagangan awal September yang terkonsentrasi pada saham perbankan besar.

Gambar 3. Aliran Dana Asing Bulanan IHSG (Januari sampai Agustus 2026) -Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, diolah Infovesta. Data September belum tercakup dalam grafik.-
Kualitas pembelian itu belum sekuat arahnya. Pada Agustus komposisinya timpang, karena di pasar reguler asing justru mencatat penjualan bersih Rp3,47 triliun sementara pembelian bersih Rp4,41 triliun datang dari pasar negosiasi.
Sebagian besar angka positif Agustus berasal dari transaksi crossing, bukan dari akumulasi di pasar reguler. Data September yang menunjukkan pembelian bersih di pasar reguler justru lebih meyakinkan.
Skalanya pun masih kecil, mengingat asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp70 triliun sejak awal tahun hingga akhir Agustus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: