PKN Curiga Ada Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional (PKN) Gede Pasek Suardika, menyoroti respons pihak Prabowo Subianto terkait persoalan yang menimpa Gibran Rakabuming Raka. -Istimewa-
Pasek membedakan persoalan tersebut dengan kondisi ketika seorang wakil presiden tidak dapat melanjutkan tugas setelah terpilih.
BACA JUGA:Korban Gempa NTT Dapat Bantuan dari inDrive melalui Human Initiative
Dalam situasi seperti meninggal dunia, mengalami kondisi kesehatan permanen, atau diberhentikan karena tindak pidana sebagaimana mekanisme konstitusional, menurut dia, barulah mekanisme pengisian jabatan wakil presiden dapat diterapkan.
"Berbeda kasusnya jika setelah menjabat Wapres meninggal dunia, sakit permanen atau melakukan tindak pidana barulah logika mengganti Wapres dengan menyiapkan dua calon untuk dipilih di MPR akan berlaku," ujarnya.
Lebih jauh, Pasek menilai tim pemenangan Prabowo-Gibran semestinya memberikan dukungan lebih kuat kepada Gibran dalam menghadapi polemik tersebut.
Ia mempertanyakan sikap yang menurutnya tidak menunjukkan soliditas seperti ketika pasangan tersebut berjuang dalam Pilpres 2024.
"Seharusnya tim pemenangan Prabowo-Gibran totalitas ikut "berperang" melawan serangan ini. Bukan malah jadi penonton dan menikmati kekuasaan sambil membiarkan pencalonan Wapres dibiarkan diobok-obok," tegasnya.
BACA JUGA:Sofyano Zakaria Soroti Pentingnya Pemahaman Keselamatan Bagi Pimpinan Perusahaan Pelayaran
Pasek kemudian menggunakan analogi makanan untuk menggambarkan apa yang menurutnya terjadi setelah pasangan Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres.
"Memang ketika kue sudah tersaji, lupa bagaimana bahan-bahan itu dikumpulkan dan dimasak bersama untuk dinikmati. Kesetiaan dan kesolidan perjuangan seringkali dilupakan ketika rebutan makanan kekuasaan berjalan. Bahkan seringkali pengkhianatan yang muncul akibat ingin menikmati lebih," ucapnya.
Dari situ, Pasek menduga polemik yang menyasar Gibran tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi berpotensi memiliki dimensi politik terkait suksesi kekuasaan.
BACA JUGA:Indo Premier Sekuritas Luncurkan IPOT X, Bawa Teknologi AI ke Pengalaman Investasi
Namun, dia tidak menyebut secara terbuka siapa pihak yang menurutnya berada di balik dugaan skenario tersebut.
"Kalau mau dilihat secara kasat mata sebenarnya sangat terlihat dari kutub mana permainan ini dijalankan. Tentu mereka yang sudah menyiapkan ambisi untuk bisa menggantikan Gibran. Urut saja latar belakang para pentolannya yang bergerak, akan tahu darimana sebenarnya pemegang remote permainannya dan bagaimana guratan lukisan skenario diawali," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: