Rano Harap Pariwisata Pulau Tidung Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Pemprov DKI juga melibatkan warga dalam sejumlah pelatihan keterampilan untuk membuka peluang usaha baru, mulai dari pengolahan kuliner berbahan sukun dan Kopi Tidung, nail art bertema biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno berharap pariwisata Pulau Tidung, Kepulauan Seribu menjadi penggerak ekonomi warga.
Hal ini dikatakan Rano saat mmelakukan kunjungan kerja ke Pulau Tidung pada Jumat, 25 September 2026.
BACA JUGA:Ubed Patahkan Kutukan 28 Tahun Tak Raih Medali Emas Asian Games di Aichi-Nagoya 2026
“Dampaknya diharapkan nyata bagi ekonomi Pulau Tidung, mulai dari meningkatnya okupansi homestay, jasa transportasi laut, lama tinggal dan belanja wisatawan, hingga pendapatan pelaku usaha lokal," kata Bang Doel sapaan akrabnya.
Dalam kunjungan tersebut, Rano turut meninjau keramba budidaya ikan kerapu dan bawal bintang, fasilitas pendidikan vokasi SMK Negeri 61 Jakarta, serta lokasi kreasi mural publik sebagai bagian dari pengembangan potensi wisata dan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut Bang Doel, pengembangan pariwisata Pulau Tidung perlu memberi manfaat langsung kepada warga melalui penguatan ekonomi kreatif, sekaligus tetap menjaga ekosistem pesisir.
“Pariwisata harus berjalan seiring dengan konservasi. Karena itu, kegiatan ini dibarengi Gerakan Jaga Jakarta berupa pilah sampah, pelepasan ikan bawal bintang, dan penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir,” ujarnya.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah Wall of Jakarta 2026 sebagai bagian dari peringatan World Tourism Day.
Kreasi mural di ruang publik tersebut mengangkat cerita masyarakat pesisir, biota laut, serta pesan pelestarian lingkungan.
BACA JUGA:Kevin Diks Jadi Kapten Timnas Indonesia, Ungkap Pesan Jay Idzes Jelang Lawan Singapura
“Wall of Jakarta 2026 menjadi bagian dari peringatan World Tourism Day sekaligus upaya menghidupkan ruang publik Pulau Tidung melalui seni. Mural tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mengangkat cerita masyarakat pesisir, biota laut, dan pesan lingkungan,” kata Bang Doel.
Pemprov DKI juga melibatkan warga dalam sejumlah pelatihan keterampilan untuk membuka peluang usaha baru, mulai dari pengolahan kuliner berbahan sukun dan Kopi Tidung, nail art bertema biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop.
“Yang penting, warga lokal dilibatkan langsung. Ada pelatihan kuliner sukun dan kopi Tidung, nail art biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop untuk membuka peluang ekonomi kreatif baru,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: