OKX Perkuat Kepercayaan melalui Proof of Reserves dan OKX Protect

Jumat 25-09-2026,11:12 WIB
OKX Perkuat Kepercayaan melalui Proof of Reserves dan OKX Protect

OKX Perkuat Transparansi dan Keamanan Aset Digital lewat PoR Bulanan dan OKX Protect---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - OKX kembali merilis laporan Proof of Reserves (PoR) bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi pengelolaan aset digital. Dalam laporan PoR ke-47, OKX mencatat aset utama senilai US$27,4 miliar.

Laporan tersebut menggunakan data hasil verifikasi per 8 September 2026 pukul 00.00 UTC+8. Untuk delapan aset utama yang ditampilkan, yakni BTC, ETH, USDT, USDC, XRP, DOGE, SOL, dan OKB, rasio cadangan tercatat berada di level 100 persen atau lebih.

Penerbitan laporan PoR secara rutin selama 47 bulan berturut-turut menjadi bagian dari pendekatan OKX dalam menjadikan transparansi sebagai praktik berkelanjutan. Melalui mekanisme tersebut, pengguna dapat memeriksa informasi mengenai dukungan cadangan terhadap aset pelanggan.

“Kepercayaan tidak cukup dibangun melalui janji. Kepercayaan perlu didukung oleh transparansi yang dapat diverifikasi dan perlindungan yang terus berkembang,” kata Ferry, Growth Manager OKX Wallet.

“Dengan laporan Proof of Reserves bulanan dan OKX Protect, kami ingin memberikan pengguna visibilitas yang lebih jelas sekaligus membangun lapisan keamanan yang siap menghadapi ancaman baru,” lanjutnya.

OKX Protect Andalkan Teknologi AI

Selain transparansi melalui Proof of Reserves, OKX juga memperkuat aspek perlindungan pengguna melalui OKX Protect.

Kerangka perlindungan tersebut mencakup sejumlah lapisan keamanan, mulai dari perlindungan akun, keamanan aset dan self-custody, keamanan platform, dukungan 24/7, unit pertahanan siber, hingga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Dalam pengoperasiannya, OKX Protect memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning untuk membantu mengenali berbagai pola yang berpotensi menimbulkan risiko.

Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengidentifikasi penipuan, perilaku mencurigakan, alamat berisiko, serta upaya penyamaran identitas.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah Eagle-Eye. Sistem berbasis AI ini dirancang untuk mendeteksi deepfake sekaligus mendukung proses verifikasi identitas.

OKX juga memiliki TARDIS, yang menganalisis perilaku pengguna serta rangkaian transaksi untuk membantu meningkatkan kemampuan deteksi penipuan.

Sementara itu, SkyNet digunakan untuk menganalisis data blockchain guna mengidentifikasi alamat dan aktivitas on-chain yang berpotensi berbahaya.

Penggunaan AI tersebut tetap disertai pengawasan manusia sepanjang waktu. Dengan pendekatan tersebut, sistem keamanan tidak hanya mengandalkan teknologi otomatis dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Sistem Keamanan Dievaluasi Independen

OKX menyebut produk dan sistem keamanannya juga menjalani evaluasi oleh pihak independen. Proses tersebut melibatkan perusahaan keamanan dan spesialis on-chain, termasuk Hacken, CertiK, dan SlowMist.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: