Judi: Menang yang Kalah
Judi: Menang yang kalah-Ilustrasi -
Orang tidak datang karena ingin kehilangan uang. Ia datang karena membayangkan kemenangan. Seratus ribu bisa menjadi sejuta. Sejuta bisa menjadi sepuluh juta. Begitulah imajinasi bekerja.
Masalahnya, kemenangan kecil sering dijadikan alasan untuk terus bermain, sementara kekalahan dianggap sebagai sesuatu yang harus ditebus.
Kalah sedikit, tambah taruhan.
BACA JUGA:Allah Sudah Menunjukkan Tanda, Manusia Malah Sibuk Menjadi Tuhan
Kalah lagi, tambah modal.
Kalah semakin banyak, semakin sulit berhenti karena muncul pikiran: uang saya harus kembali.
Di situlah jebakan psikologis bekerja.
Orang bukan lagi mengejar kemenangan. Ia sedang mengejar uang yang sudah hilang.
Judi akhirnya bukan permainan uang, tetapi permainan ketidakmampuan menerima kekalahan.
Ironisnya, semakin seseorang berusaha mengembalikan uang melalui judi, semakin besar kemungkinan ia kehilangan lebih banyak.
BACA JUGA:Perubahan Dukungan Prabowo terhadap Palestina dari Kuat Menjadi Semakin Kuat
Maka judulnya memang pantas: menang yang kalah.
Menang sekali, tetapi kalah berkali-kali.
Menang uang, tetapi kalah akal.
Menang taruhan, tetapi kalah dalam kehidupan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: