Judi: Menang yang Kalah

Judi: Menang yang Kalah

Judi: Menang yang kalah-Ilustrasi -

Al-Qur'an Sudah Mengingatkan

Jauh sebelum internet ditemukan, Al-Qur'an telah berbicara tentang hakikat perjudian.

Allah berfirman:

BACA JUGA:Menata Kampus PTKI di Era Kecerdasan Buatan

«“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.”»

QS. Al-Ma'idah: 90

Perhatikan kata yang digunakan Al-Qur'an: “jauhilah.”

Bukan sekadar “jangan”.

Ada pesan yang lebih jauh: jangan mendekati sesuatu yang dapat menyeret manusia ke dalam kerusakan.

Karena judi bukan hanya soal uang.

Judi menyentuh cara manusia memperlakukan waktu, pekerjaan, keluarga, dan Tuhan.

BACA JUGA:Ketik Manusia Membela Tuhan

Orang yang semula hanya mencoba-coba dapat berubah menjadi kecanduan. Yang semula menggunakan uang sendiri dapat mulai meminjam.

Setelah utang menumpuk, muncul kebohongan. Setelah kebohongan terbongkar, keluarga kehilangan kepercayaan.

Sebuah permainan yang katanya “hanya untuk hiburan” akhirnya dapat berubah menjadi tragedi kehidupan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: