Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Perjalanan SMA saya berakhir pada Juli 1994. Saat pulang ke Indonesia. Dari 80 anak Indonesia yang berangkat jadi siswa pertukaran, memang tidak semuanya menuntaskan program sampai akhir.-dok disway-

Secara timing kata mereka juga pas. Waktu itu sudah makin dekat dengan akhir tahun. Kalau mau masuk SMA, andai ada, sudah tidak mungkin. Kalau saya mau menunggu sampai tahun ajaran berikutnya (pertengahan 1995), saya dengan mudah bisa masuk juco.

Karena saat momen itu tiba, saya sudah akan berusia 18 tahun. Dan juco tidak boleh menolak saya lagi, walau saya tidak pernah lulus SMA.

Sambil menunggu, saya disarankan sekolah bahasa Inggris dulu beberapa bulan. Selain untuk mendapatkan visa pelajar agar bisa tetap di sana, juga untuk semakin mematangkan kemampuan bahasa Inggris saya, agar benar-benar siap untuk tingkat pendidikan tinggi.

***

Di Amerika, junior college (juco) memang ada banyak tersebar di seluruh penjuru. Tujuan utamanya untuk menyediakan pendidikan tinggi bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. Memberi mereka kesempatan untuk meraih kehidupan lebih baik.

Juco disediakan dengan biaya sangat murah. Termasuk untuk murid internasional. Kebijakan penerimaan mahasiswanya juga "open-door". Terbuka selebar-lebarnya, semudah-mudahnya, untuk sebanyak mungkin orang.

Bagi lulusan SMA yang tidak mampu masuk universitas, juco bisa jadi kampus transisi untuk dua tahun pertama.

Bagi yang tidak lulus SMA, juco juga siap menerima. Bisa dengan memiliki ijazah setara SMA, lewat tes kesetaraan GED (general education development), atau lulus tes kemampuan yang diselenggarakan negara bagian.

Atau, ini yang paling gampang: Minimal berusia 18 tahun. Pokoknya usia 18 tahun, dan dianggap mampu mengikuti mata pelajaran, dia akan diterima.

Bagi siswa internasional, syarat tambahannya adalah bukti kemampuan membayar dan nilai TOEFL yang mumpuni. Waktu itu, nilai minimal TOEFL hanya 450. Dengan bangga saya bisa bilang, nilai saya waktu itu sudah 580. Sebenarnya sudah cukup untuk universitas papan atas. He he he...

BACA JUGA:Singapura Dibantai Malaysia 0-6, Bung Ropan Soroti Kejanggalan: FIFA Harus Investigasi!

Untuk biaya benar-benar sangat terjangkau. Warga California bisa kuliah penuh dengan membayar hanya USD 1.000-an setahun. Bagi murid luar California dan internasional tentu lebih mahal, tapi tetap jauh lebih murah dari universitas pada umumnya.

Karena segala kemudahan itulah, juco menjadi "jembatan" penting untuk banyak orang. Andai tidak lanjut ke universitas, seseorang bisa mendapatkan gelar Associate Degree dari juco. Itu gelar sarjana pendidikan tinggi dua tahun di Amerika.

Kalau dia mau lanjut ke gelar Bachelor atau S1, dia hanya tinggal menambah dua tahun lagi di universitas mana pun. Bila nilainya bagus, tidak tertutup kemungkinan bagi dia untuk diterima di universitas papan atas Amerika.

Ada banyak anak Amerika yang tidak lulus SMA, tapi kemudian dapat nilai bagus di juco, lalu mendapatkan beasiswa di universitas!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: