Lotere + Camping untuk Nonton Kansas v Duke
--
Mungkin memang benar anggapan ini: Nyawa basket di Amerika itu ada di tingkat universitas alias NCAA. Tempat calon-calon pemain NBA mendapat tempaan akhir, tempat atmosfer pertandingan masih "pure" ditonton orang muda.
Pertandingan eksibisi antara Kansas (KU) melawan Kansas Minggu lalu (25 Oktober) adalah buktinya. Walau bersifat pramusim dan tidak dihitung resmi hasilnya, para student harus rela ikut lotere dan antre empat hari untuk bisa menonton di Allen Fieldhouse, kandang KU yang legendaris itu.
Ini pengalaman saya mengikuti prosesnya. Pengalaman pertama saya sebagai freshman (mahasiswa baru) di University of Kansas, di Kota Lawrence.
Pertama harus saya jelaskan, KU adalah salah satu tempat bersejarah untuk basket. John Naismith memang menciptakan olahraga ini waktu masih tinggal di Massachussetts. Tapi dia lantas pindah ke Lawrence dan jadi pelatih di KU. Dia bahkan menghabiskan hidupnya di sini, dimakamkan di sini.
Patung Naismith bisa dikunjungi di dekat Allen Fieldhouse. Naskah asli aturan pertama basket juga dipamerkan di dekat situ. Bahkan, lapangan di dalam gedung basket itu dinamai "Naismith Court".
Menonton pertandingan di Allen Fieldhouse pun bisa dibilang seperti menjadi pengalaman spiritual bagi penggemar bola basket.
Tentu saja, harga tiket pun jadi tidak murah. Tiket standar penonton umum paling murah bisa di atas USD 75. Buat para student, itu tentu terlalu tinggi. Karena itu, kampus menyediakan program untuk "warga"-nya. Dari total kapasitas gedung yang 15.300, sebanyak 4.000-nya disediakan khusus untuk student KU. Lokasinya di dua sisi gedung, di belakang ring.
Berapa harga tiket student? Ini yang ada aturan mainnya.
Kampus menyediakan paket tiket untuk menonton men's basketball dan football. Satu musim harganya USD 225. Bayar harga itu bisa untuk menonton semua pertandingan home.
Murah? Bisa dibilang iya. Tapi ada syarat ketentuan berlaku.
Punya tiket terusan itu tidak menjamin tempat duduk menonton. Pemegang tiket itu tetap harus antre sebelum pertandingan. Dulu-duluan masuk ke dalam. Kalau penuh, ya sudah, ditolak.
Untuk football mungkin agak gampang, karena kapasitas stadion di atas 30 ribu. Apalagi kalau nanti sudah selesai renovasi stadion. Kapasitas melonjak ke hampir 50 ribu.
Untuk basket, lain cerita. Karena hanya 4.000 tempat disediakan untuk student. Kalau mau beli tiket normal silakan. Kalau mau menggunakan tiket pelajar yang murah, ya harus ikut tradisi lotere dan antre. Apalagi untuk pertandingan bergengsi seperti KU v Duke ini.
Lotere dan antre? Ya. Lotere dan antre. Ini tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun di KU. Yang membuat kesempatan menonton menjadi sangat sakral.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: