Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Perjalanan SMA saya berakhir pada Juli 1994. Saat pulang ke Indonesia. Dari 80 anak Indonesia yang berangkat jadi siswa pertukaran, memang tidak semuanya menuntaskan program sampai akhir.-dok disway-

Mobil itulah yang sehari-hari mengantarkan saya menjalani pendidikan di jalur yang "normal", di jalur yang kembali jelas arahnya.

Tidak punya ijazah SMA sudah bukan lagi masalah. Tidak punya ijazah SMA sudah tidak lagi relevan untuk masa depan saya. Karena saya sudah di jalur resmi untuk mengejar ijazah perguruan tinggi.

Dua tahun saya penuhi di Sacramento City College. Terima kasih Tuhan, saya menjalaninya dengan sangat baik. Nilai saya juga terbilang sangat baik, dengan GPA akhir 3.81 dari maksimal 4.00.

Saya sudah mengincar mendaftar di kampus-kampus idaman. Saya juga sudah mengambil ulang tes TOEFL untuk memastikan bisa masuk universitas sebaik mungkin. Lumayan, nilai TOEFL saya melonjak ke 630.

Di atas kertas, saya bisa ke universitas mana saja.

Tapi waktu itu 1997.

Krisis moneter. Dollar melompat begitu tinggi. Dari Rp 3.200 hingga tembus Rp 17 ribu. Mimpi kuliah lanjutan kembali menghadapi ancaman... (azrul ananda/bersambung)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: