Kebatinan Joao
--
Saya ke kantor pusat Agrinas Pangan Nusantara Senin lalu. Saya tidak punya target apa-apa. Hanya ingin ketemu direktur utamanya, Joao Angelo De Sousa Mota. Saya hanya ingin tahu suasana kebatinannya setelah kritik ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) begitu gencarnya.
Saya juga tidak ingin meneruskan kritik masyarakat itu kepadanya: ia pasti sudah tahu sendiri. Dan lagi saya juga tahu: kritik sekeras apa pun sudah tidak ada gunanya. Maka sebelum menuju ke kantornya saya kirim dulu WA kepadanya: bisakah saya mampir ke kantornya. Yakni setelah selesai acara saya di Pertamina Hulu Energi.
Saya tahu di hari Senin Joao tidak ke mana-mana. Di hari Selasalah yang ia sangat sibuk: rapat-rapat di Mabes TNI di Cilangkap. Di situ, seminggu sekali diadakan rapat monitoring pembangunan KDMP se-Indonesia. Para pangdam harus memberi laporan perkembangan KDMP ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.
Joao langsung merespons WA saya: dengan senang hati ia akan menyambut kedatangan saya.
Tiba di Agrinas saya pun naik ke lantai delapan di gedung bekas kantor pusat BUMN Yodya Karya itu. Istri saya menunggu di mobil –dari Agrinas saya memang akan mengantar istri melihat gedung DBL Academy yang baru, milik anaknyi, di Cakung, Jakarta Timur.
Hari itu Joao sedang rapat dengan para calon manajer KDMP. Ia harus mencarikan jalan keluar dari persoalan kemanusiaan yang rumit: beberapa wanita yang tinggal di pedalaman Jawa Barat harus bertugas di pedalaman Gorontalo. Ada juga yang mendapat tugas di pedalaman Sulawesi Tengah. Padahal mereka punya anak-anak kecil dan bapaknya anak-anak itu.
Dalam hal penentuan manajer KDMP, Agrinas tidak punya wewenang apa-apa. Itu urusan Kementerian Koperasi. Mulai dari rekrutmennya, seleksinya, sampai penempatannya.
Saya diajak Joao ke ruang penuh dengan calon manajer yang punya persoalan rumit mirip-mirip itu. Dengan rendah hati Joao minta saya untuk ikut memberikan ide jalan keluar apa yang harus ditemukan. Saya menolak dengan halus dan dengan nada guyon. Mereka pun serentak tertawa –meski setelah itu pusing kepala lagi.

--
Tentu saya juga diajak ke ruang pusat kendali. Masih sama dengan ketika kali pertama saya ke ruang itu. Hanya angka-angkanya yang berubah. Ada angka baru: sudah 1500 KDMP yang beroperasi. Ada angka 30.000 lebih bangunan KDMP yang sudah jadi. Tinggal tunggu dibuka. Tunggu manajer. Tunggu isinya. Banyak macam-macam angka di situ. Tidak semuanya bisa saya ingat.

--
Akhirnya saya diajak ngobrol di ruang kerja Joao yang sekaligus juga ruang rapatnya. Di papan tulis utamanya masih tertera copy surat yang ditulis seorang anak yang bunuh diri oleh kemiskinan di NTT. Copy surat itu diperbesar sehingga tulisannya terbaca dari tempat Joao duduk. Isi surat sudah pernah saya tulis di Disway tahun lalu (baca Disway 25 Maret 2026: Mati Efisien).
Dalam pertemuan ini saya menangkap beberapa suasana kebatinan Joao. Itu saya lihat dari raut wajahnya yang gabungan Asia-Eropa. Juga dari nada kata-katanya. Gerak tangannya. Sorot matanya.
Tampak Joao masih punya keyakinan KDMP adalah program yang baik dan harus sukses. Ia juga tampak tidak sabar agar KDPM bisa segera buka di seluruh Indonesia. Tapi ia juga tampak kesal karena tidak punya wewenang memilih dan menempatkan para manajer untuk KDMP itu.
Yang lebih terlihat kesal adalah ini: mengapa KDMP belum segera bisa menjual barang subsidi. Kementerian dan para BUMN terlihat ada keengganan menyalurkan barang subsidi ke KDMP. Mereka harus taat peraturan. Sebelum peraturan berubah mereka tidak akan mau mengubah penyaluran barang subsidi.
Maka Joao harus berjuang mengubah peraturan itu. Berhasil. Presiden sudah memberikan keputusan tertulis. Tapi setelah itu masih harus ada perubahan peraturan menteri dan lain-lain.
"Saya tetap optimistis perubahan peraturan menteri juga segera keluar. Kan tidak mungkin menteri tidak menuruti Perpres," ujar Joao. Hanya saja setelah perubahan keputusan menteri, jangan-jangan masih harus menunggu perubahan putusan dirjen. Lalu keputusan dirut BUMN, dan seterusnya.
Tahun 2026 tinggal tiga bulan. KDMP belum bisa memastikan kapan mulai dibuka lantaran perubahan peraturan di luar wewenang Agrinas Pangan Nusantara. Yang jelas KDMP belum akan dibuka kalau barang subsidi belum bisa dijual di sana.
Sambil menunggu kepastian barang subsidi itu Joao terus memberikan keyakinan di sisi lain: sistem keuangan KDM sangat baik. Yakni sistem keuangan tersentral.
Sistem keuangan itu sudah jadi. Sudah siap. Menurut Joao lebih baik dari sistem keuangan Indomart atau Alfamart "karena dibuat lebih belakangan". Semua transaksi di KDMP langsung terkirim ke pusat. Menit itu juga laporan keuangan dan arus kas di setiap KDMP terbaca dan tercatat di pusat.
Maka tidak ada sistem pembukuan terpisah di masing-masing KDMP. Mereka juga tidak perlu punya rekening bank sendiri.
Target saya bertemu Joao pun tercapai: seperti apa suasana kebatinannya. Lalu saya pamit. Terlihat istri saya tertidur di dalam mobil, di tempat parkir, kelamaan menunggu suaminyi. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 2 Oktober 2026: Bahlil Bahlil
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BAHLIL MEMBAWAHI BAHLIL..
Kalimat paling menarik hari ini justru yang paling sederhana:
Bahlil membawahi Bahlil.
Sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, ia menjadi atasan dan bawahan sekaligus.
Ini bukan sekadar lucu. Ini eksperimen kecil tentang desain birokrasi.
Biasanya seorang menko mengoordinasikan beberapa menteri.
Kalau ada target yang tidak tercapai, jelas siapa yang harus dipanggil.
Sekarang, ketika urusannya ESDM, rapat koordinasinya bisa lebih singkat.
Bahlil tinggal memanggil Bahlil.
Kalau Bahlil terlambat, Bahlil menegur Bahlil.
1) Hemat waktu.
2) Hemat kursi.
Tetapi justru di situlah tantangannya.
Koordinasi membutuhkan pengawasan dan koreksi dari luar diri sendiri.
Jangan sampai fungsi menko berubah menjadi perpanjangan tangan kementerian yang sama.
Hilirisasi juga begitu. Jangan berhenti pada naiknya nilai ekspor. Yang lebih penting adalah apakah lahir industri baru, teknologi baru, tenaga kerja berkualitas, dan rantai nilai yang semakin panjang.
Kalau berhasil, Bahlil akan punya cerita bagus.
Kalau gagal, setidaknya rapat evaluasinya tidak perlu mencari alamat.
Tinggal bercermin.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
HILIRISASI,
JANGAN HANYA MENGUBAH BENTUK..
Hilirisasi pada dasarnya bukan sekadar mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
Ukurannya bisa lebih dalam:
1) Berapa nilai tambah yang tinggal di dalam negeri,
2) Berapa banyak industri turunan yang lahir, dan
3) Apakah produknya kompetitif tanpa terus-menerus disubsidi.
Contoh nikel menarik.
Hilirisasi menciptakan efek berantai.
Dari smelter muncul industri material baterai.
Inilah multiplier effect yang sebenarnya.
Tetapi pendekatan yang sama tidak otomatis berlaku untuk semua komoditas.
Batubara menjadi gas, misalnya, harus dihitung dari seluruh rantai ekonominya.
Harga bahan baku, investasi fasilitas, efisiensi konversi, biaya karbon, sampai harga gas pengganti harus masuk kalkulasi.
Di sinilah transisi energi menjadi persoalan ekonomi.
Bukan sekadar persoalan teknologi.
Energi surya bisa semakin murah karena teknologi berkembang.
Tetapi listrik yang sudah tersedia dari pembangkit lama juga memiliki biaya produksi yang harus diperhitungkan.
Jadi tantangan Bahlil bukan sekadar mempercepat hilirisasi.
Tantangannya..
1) Memilih hilirisasi yang secara teknologi "mungkin",
2) Secara ekonomi "layak", dan
3) Menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
Jangan sampai kita hanya berhasil mengubah bentuk komoditas.
Tetapi belum berhasil mengubah struktur ekonominya
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KETIKA BAHLIL RAPAT DENGAN BAHLIL..
Saya membayangkan rapat koordinasi pertama Menko Hilirisasi dengan Menteri ESDM.
Pesertanya dua.
Nama sama.
Orangnya sama.
Mungkin notulennya bingung menulis:
“Bahlil menyampaikan kepada Bahlil agar Bahlil segera menindaklanjuti.”
Kalau rapatnya alot, siapa yang berbeda pendapat?
Bahlil dengan Bahlil.
Kalau ada keputusan yang ditunda, siapa yang menunda?
Bahlil.
Siapa yang menegur?
Bahlil juga.
Ini memang lucu.
Tetapi di balik kelucuan itu ada persoalan serius.
Fungsi koordinasi sebenarnya membutuhkan check and balance.
Ada pihak yang mengawasi, bertanya, bahkan sesekali mengatakan:
“Tidak, Pak.”
Jangan sampai semua jawaban akhirnya berbunyi:
“Siap, Pak Bahlil.”
Lalu Pak Bahlil menjawab..
“Baik, Pak Bahlil.”
###
NAMUB ada keuntungan lain.
Koordinasi bisa sangat cepat.
Tidak perlu menunggu surat.
Tidak perlu mencari jadwal menteri.
Bahkan kalau rapat mendadak, lawan rapatnya selalu tersedia.
Tinggal satu yang perlu dipastikan:
Jangan sampai efisiensi koordinasi mengalahkan independensi evaluasi.
Sebab dalam pemerintahan, yang paling sulit bukan membuat keputusan.
Yang sulit memastikan keputusan itu benar.
Mbah Mars
Menko (Bahlil) mengundang menteri ESDM (Bahlil) utk koordinasi. Masuklah sang menteri ESDM ke ruang menko. Yg bicara Bahlil. Yg mendengar Bahlil. Yg memutuskan Bahlil. Notulen rapatnya: Bahlil menyetujui Bahlil. Sungguh efisien pola seperti ini.
Pak De Kumis
Garuda sepertinya ingin sepenuhnya menguasai pohon besar. Tempat ia dulu ditetaskan. Dengan dukungan bintang dan matahari, semakin percaya diri untuk 2029.
Tapi yang akan bisa mengalahkan garuda di 2029, saya tetap yakin ada pada banteng. Banteng ibu kota.
Gajah?
Gajah hanya akan jadi cameo.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Banyak diskusi keren di Komentar CHDI. Sayang tidak ada Disway Apps yang memberikan notifikasi. Sehingga sekeren apapun diskusinya harus berhenti ketika hari berganti.
Jika pakai apps, diskusi di CHDI kapan pun bisa tetap dilanjut oleh para partisipan karena terus mendapatkan notifikasi dan kita tidak perlu scroll-scroll mencari lokasi diskusi seperti sekarang.
Logika bermedsos saat ini kan memang seperti itu. Anda semua sudah tahu. Postingan kapanpun, akan tetap memberikan notifikasi jika ada yang berkomentar. Dan kita tinggal klik notifikasi tersebut dan langsung meluncur ke lokasi, tanpa scrolling mencari.
Diskusi Perusuh itu sering sekali bagus dan bermutu. Bukan debat pakai kata-kata kotor seperti di X atau Threads. Jika diteruskan mungkin bisa jadi solusi bagi bangsa kita. Sayang banget jika diskusi hebat itu "dimatikan" hanya karena tidak ada Disway Apps!
riansyah harun
Tulisan Pak Dahlan kali ini, mengasyikan. Sepertinya tersorot di Pak Bahlil. Kelihatannya pak Djokowi jeli mengambil menterinya pada at itu. Dari Timur sana, dari orang yang keluarganya tidak ada latar belakang pengusaha, malah dari sopir angkot yang benar benar sopir tembakan, dan suka "bikin" kejutan diberbagai keadaan, termasuk saat beliau memimpin partai tertentu dengan mulusnya. Semua keunggulan sepertinya dimiliki pak Bahlil. Namun apakah dengan pengangkatan beliau di posisi saat ini yang diistilahkan Pak Dahlan agak bikin senyum senyum itu saat memimpin rapat kelak, bukan malah jebakan..??? Atau malah strategi ??? Upssss.., rasanya udara saat ini tetap gerah, walaupun sudah mulai turun hujan. Tapi hujan derasnya mungkin baru akan terasa di tahun 2029.
Macca Madinah
Cek di daftar wamenkeu, ada nama lucky a yg sempat digusur di masa mantan menkeu purbaya. Ada juga menlu baru dari jalur karir yg melanglangbuana sampai nyuyok di masa ayahnya wapres skrg. Di sisi lain ada wamenkeu dr latar sma tanus, anda tahu yg mana.
Jokosp Sp
Ketika negara berada dalam kondisi kritis (ancaman bangkrut, skandal korupsi, disrupsi pasar ekstrem), langkah standar Mgt yang diambil biasanya PHK, pemotongan anggaran (cost cutting)/ menjual aset. Yang diharapkan ke pemimpin negara harusnya menggunakan pemikiran tidak umum (unconventional thinking) atau kontra intuitif. Beberap pola pikir dan strategi saat krisis: 1.Radical Transparancy. Umumnya menyembunyikan kepanikan ke publik agar tidak terjadi kekacauan. Tidak umumnya adalah membuka seluruh data keuangan, kelemahan dan kesalahan negara. Rakyat didorong tidak bergosip, tetapi fokus mencari solusi. Ini membangun kepercayaan ekstrem. 2.Menaikkan Anggaran R&D. Yang umum menghentikan proyek yang boros keuangan. Tidak umunya melipatgandakan investasi pada inovasi produk, menyerap banyak tenaga kerja dan iklan saat kompetitor keluar. Jadilah pemimpin pasar baru. 3.Membunuh produk paling menguntungkan (Cretive Destruction). Umunya mempertahan produk yang menghasilkan keuntungan, Tidak umumnya adalah mengubah produk lama yang dinilai tidak menguntungkan jangka panjang (usang secara tekhnologi). Negara dipaksa bertransformasi. 4.Menurunkan harga dan layanan gratis. Umumnya menaikkan harga untuk menutup margin yang menipis. Tidak umumnya adalah menurunkan harga dan layanan gratis ke konsumen saat krisis. Efek yang diterima adalah loyalitas jangka panjang. 5.Membalik piramida keputusan (Inverted Command). Pola pikir umum sentralisassi komando (top down). Tidak umumnya memberikan>
Udin Salemo
Kelakuan orang itu mungkin sesuai dengan ukuran badannya. Gak mungkin orang tambun makannya sedikit. Orang kelebihan lemak badan di Samoa Amerika pasti nafsu cita-cita gede. Misal kalau bikin koperasi langsung jumlahnya 80 ribuan lebih, tanpa ada prototipe yang dibuat lebih dulu. Mau meningkatkan gizi anak sekolah langsung bikin dapur sebanyak 27 ribuan lebih. Soal dapur menghasilkan makanan beracun tak akan ada oknumnya masuk hotel prodeo. Karena kata Rocki Goreng tak ada makanan yang beracun, wkwkwk...
Jadi kalau ada negara di kulon Vanuatu jumlah menteri + wakil menteri sebanyak 106 orang itu tak aneh.
Mungkin bisa terjadi suatu saat pak lurah menghadiri kondangan disapa seseorang yang sok akrab. "halo pak lurah, sukses selalu ya pak." Pak lurah menatap orang itu sekilas kemudian berlalu. Setelah meninggalkan acara pak lurah bertanya pada Aspri: "eh, tong, itu tadi yang menyapa gue sok akrab gitu siapa?"
Sambil nyetir aspri menjawab, "lha, itukan wakil menteri yang pak lurah lantik bulan lalu"
ancor pessenah telor.
mario handoko
selamat siang bp em ha.
"sederet janji suyudi sebagai kapolri. dari rekrutmen tanpa titipan hingga laporan tak perlu viral."
demikian berita di kompas.com.
saat awal menjabat. banyak pejabat negara yg mengucapkan janji janji manis.
tapi seiring berjalannya waktu. biasanya yg terdengar adalah lagu rinto harahap.
"janji janji tinggal janji... di bibirmu."
mengapa hal ini bisa terjadi?
sebab saat sudah resmi menjabat. mereka tidak memperbaiki sistem dan tata kelola.
mereka malah ikut menikmati sistem lama yg menjadi akar dari bobroknya pelayanan masyarakat.
sistem yg baik punya standar mutu dan pengawasan.
sistem yg baik otomatis membuang sdm sampah.
kalau ada sistem yg melindungi sdm sampah, sudah pasti sistem itu buruk.
maka jika kapolri baru ingin benar2 mewujudkan sederet janji janjinya. perbaikilah dahulu sistem yg ada.
Em Ha
"POLRI PEMBUNUH MASYARAKAT".
Begitu tulisan di pamplet yang dibawa oleh pendemo.
Demo itu tadi malam jam delapan. Di Jl Ir. H. Juanda, Kota Bandung.
Saya kaget ada apa gerangan. Sejak subuh tak ada buka medsos. Dari Sultan Syarif Kasim II ke Soekarno Hatta. Lanjut naik Cititrans ke Dipati Ukur. Kalau sedang buru2 gojek jadi andalan. Jam 13 harus sampai Jalan Jawa.
Agenda hari pertama kelar. Selepas Magrib. Adik perempuan yang kuliah di ITB jemput saya pakai Beat. Keliling kota mampir di Jalan Braga. Makan Mei Patthai dan cendol durian di NOI NAN.
Malam jumat tapi jalanan tetap ramai. Dalam hati saya bertanya, koq nggak di rumah saja. Mungkin yang di jalanan bukan orang Bandung, seperti saya.
Saya videokan momen itu. Pembawa pamplet itu mendekat. Pampletnya dipepetkan ke handphone saya. Jelas sekali tulisannya. Saya bertanya ke Adik. Ada apa? Abang belum tahu?. Kan Kapolri diganti teriaknyi.
Oooo.. Ternyata. Kapolri diganti.
Juve Zhang
Pak Menko baru bisa ancang ancang beri pelajaran bahasa Jepang buat murid SMA sejak kelas 1 sampai kelas 3 ...karena jumlah permintaan tenaga kerja ke jepang sangat banyak ratusan ribu tenaga kerja konon setahun jepang perlu 450 ribu tenaga kerja diberbagai sektor.....nah dari pada belajar bahasa Perancis Portugal lebih baik siswa siswi SMA diberi pelajaran bahasa Jepang....mereka bisa segera masuk ke lowongan kerja yg sangat besar di jepang ....ini sangat menjanjikan bagi kaum muda yang ingin segera kerja dan dapat upah tinggi....bahkan beberapa siswa yg rajin belajar bahasa Jepang sejak SMP hingga SMA dapat beasiswa belajar di Jepang.... Gratis kuliah di jepang.
Juve Zhang
Prestasi spektakuler om ahlul sudah jelas RKAB ini yg kuinginkan saham dan saham sudah Goal Mak kunaikan pangkat mu Jendral bintang sembilan....Banjir GOl kemarin Bangladesh dicukur 9-2 ...tentu ada Beaya cukur itu tapi uang sedang banyak di bola bundar....asal juara saja lah soal cukur rambut semua Tahu perlu duit.
djokoLodang
-o--
... Menyimak DisMorning tadi pagi, Abah bilang: sekarang ini saatnya memikirkan diri sendiri dulu. Tidak usah memikirkan yang lain-lain. ...
*) "zibun no koto wa,
zibun de suru."
~ 'perkarane dhewe,
kudu dirampungi dhewe.'
--0-
Jo Neka
Pak Dahlan itu dahan tua..Dibengkokan paksa ..Patah..
Captain Bejo
Barusan di WA cak Mul, isinya screnshoot komentar ku yang direply dia. Gak respon karena gak ada notif, Seandainya ada Apps Disway alangkah indahnya
Edi Sampana
Menurut film dirty vote 2, pada pilpres 2024 kekuasaan dan birokrasi diduga mendukung Prabowo Gibran.
Seeandainya kepala daerah dan lurah/kepala desa tahu bahwa setelah berkuasa Prabowo akan banyak memangkas dana transfer daerah dan dana desa, pasti mereka tdk akan mendukung Prabowo waktu pilpres 2024 itu.
Sebaiknya di masa y.a.d kita lebih teliti menilai janji/kampanye capres. Jangan telan bulat bulat janji/program mereka di tengah keterbatasan fiskal. Pertanyaannya adalah apakah duitnya ada utk menjalankan program ituyea aina
Pak @Jo, mereka bukan menghabiskan uang negara kok. Tapi bagi generasi penerus kelak, sudah disiapkan "warisan" yang tidak akan diperebutkan siapapun: hutang. Hidup pak Mul...!
Hidup pak yono...!
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Pak Agus, Pk Liam...
Saya itu tidak mengajari ikan berenang. Saya itu MENYURUH IKAN BERENANG.
Sudah jadi ikan. Sudah di air. Lha kok nggak berenang?
Saya jadi ingat tebak-tebakan legendaris dari Cak Sapari. "Ikan apa yang nggak bisa ke timur, nggak bisa ke barat, nggak bisa ke utara dan nggak bisa ke selatan?"
Jawabannya Anda sudah tahu: iwak kecepit. Alias ikan terjepit.
Apa Pak Liam menganggap bahwa Disway itu ikan yang sedang terjepit sehingga buat aplikasi yang zaman sekarang sudah sedemikian mudah kok nggak bisa?
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Misal saya punya karyawan di level supervisor. Hasil kerjanya kurang baik. Alasannya staf di bawahnya kurang cakap. Lalu saya kasih dia jabatan ganda: jadi supervisor sekaligus staf untuk beresin kerjaan staf. Itu wajar.
Ketika ada bawahan kurang bagus kerjanya lalu atasannya mengambil alih peran itu, itu masuk akal.
Tapi kalau stafnya yang nggak bisa kerja kok malah minta jabatan ganda untuk jadi supervisor, ya terasa aneh. Lha wong dia jadi bawahan saja nggak bener kok malah minta jadi atasan yang bertugas mengontrol dia sendiri.
Jangan-jangan nanti Bahlil sekalian minta jadi Presiden supaya bisa marah-marahin Menko yang itu juga dirinya sendiri.
yea aina
Mengutip A Maslow, "Jika satu-satunya alat yang Anda miliki: palu, Anda cenderung melihat semua masalah: paku". Apapun itu dianggap paku semua.
Bias kognitif hanya menyisakan satu solusi saja. Dipalu saja.
pak tani
Bahlil x Bahlil, tidak ada yang mengagetkan.
Bukankah sudah terjadi juga : KDM vs KDM.
22 September, KDM meresmikan data center di Jatiluhur milik BDx yang berkongsi dengan Indosat.
Eh 1 minggu kemudian disegel oleh Dedi Mulyadi. Karena AMDAL dan PBG belum lengkap.
Hal yang biasa itu bos. Ojo gumunan.
Maka dari itu. Jika nanti pemilu 2029 : Prabowo vs Prabowo.
Anda semua jangan terkaget2 ya :)
Andi Taruna
Sebelum menulis komentar, saya baca semua komentar perusuh dulu. Hampir semua fokus ke Bahlil, personil pengganti dari bangku cadangan, perpindahan posisi, dsb.
Tapi tidak ada yang menanyakan kenapa kata "anda sudah tahu" ditulis tebal? di kalimat yang kental vibe jokowi dan UGM nya (mungkin semua sudah tahu ada apa dengan mereka). Maka dengan kerendahan hati saya bertanya, kenapa ditulis tebal ? mohon dijelaskan, disempilkan saja di satu paragraf tulisan besok ya.
oya, mungkin abah juga punya info di balik dibatasinya pasokan gas ke industri oleh {GN? ada apa sebenarnya? sudah banyak yang beralih ke biomass, dll.
pak tani
Gas industri adalah salah satu ladang cuan 'legal' para pemilik partai. Mereka sudah punya 'kavling' nya masing2. Saat ada pergantian penguasa, tentu ada pergantian jatah kavling. Sstt, tapi ini menurut keyakinan saya ya.
Aviv Setiawan
Kabinet sekarang ini mirip bengkel yang tidak pernah ganti obeng.
Masalah kian hari kian bervariasi, solusinya masih itu ini saja.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Sampai tadi malam Indonesia baru dapat 5 emas di Asian Games. Sementara Tiongkok dapat 153 emas di urutan pertama. Kita itu ketinggalannya sama Tiongkok sudah di segala bidang dan jauhnya bukan cuma sepelemparan batu, tapi sejauh mata memandang.
Tivibox
Sedikit bicara, sedikit kerja = senyap dan hasil kerja tidak kelihatan, agak sumir antara malas dan tak bisa kerja.
Sedikit bicara, banyak kerja = senyap, tak mau menonjolkan diri, tidak mau dipuji atas hasil kerjanya dan hasil kerja bisa dilihat dan dinikmati orang.
Banyak bicara, banyak kerja = ramai, hasil kerja kelihatan, gila pujian
Banyak bicara, sedikit kerja = ramai bicara tapi tak menghasilkan apa-apa, mirip poli tikus eh tisi
djokoLodang
-o--
*) Utang gethuk nyaur tela,
utang dhuwit nyaur swara...
(2029)
--0-
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 62
Silahkan login untuk berkomentar