Pertemuan Rutin Yayasan Al Qohhar, Haji Robert Pesankan Dzikir dan Syukur
Pertemuan rutin bulanan sekaligus penyerahan santunan-ist-
"Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Jadi bukan sekadar datang memberikan santunan lalu selesai. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya. Kebutuhan sehari-hari juga diperhatikan," kata Kartono.
Kedekatan yang terbangun selama bertahun-tahun membuat hubungan antara anak-anak dengan Haji Robert pun berkembang menjadi hubungan kekeluargaan.
"Anak-anak juga sudah menganggap Pak Haji sebagai orang tua. Jadi hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun ini bukan hanya hubungan antara yayasan dan penerima bantuan, tetapi sudah seperti keluarga," ujarnya.
Memasuki usia ke-23 tahun, Yayasan Al Qohhar terus berupaya mempertahankan semangat awal pendiriannya, yakni menjalankan amanat untuk memperhatikan anak yatim dan yatim piatu. Dari sebuah majelis taklim, yayasan kini berkembang dengan berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
Perhatian juga diberikan kepada para lansia melalui program pemberian sembako secara rutin. Namun, anak yatim dan yatim piatu tetap menjadi salah satu fokus utama.
Bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, pendampingan semacam itu bukan hanya soal berapa rupiah yang mereka terima setiap bulan. Lebih dari itu, ada rasa bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Ada yang membantu ketika biaya sekolah harus dibayar, ada yang mencarikan pengobatan ketika tubuh mereka sakit, ada yang menyediakan fasilitas ketika mereka membutuhkan alat belajar, dan ada pula yang hadir untuk memberikan nasihat ketika mereka sedang mencari arah.
Itulah yang selama 23 tahun berusaha dibangun Yayasan Al Qohhar: bukan sekadar tempat menerima santunan, melainkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan menatap masa depan.
BACA JUGA:Dukung Proses Pembelajaran, Kemensos Gaet Unhan Lewat Program Pengabdian
Bagi Haji Robert, meneruskan amanat sang guru berarti memastikan anak-anak yatim dan yatim piatu tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: