Darah Muda, Darah Viral

Darah Muda, Darah Viral

Darah Muda, Darah Viral-Illustrasi-

Orang lain membalas.

BACA JUGA:Dilema Pengusaha: Utang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang (2)

Dibalas lagi.

Dibalas lagi.

Akhirnya keduanya lupa apa yang sedang diperdebatkan.

Yang penting menang.

Inilah “darah muda” yang menemukan bentuk digitalnya.

Dulu orang mungkin berkelahi karena tersinggung.

Sekarang cukup mengetik.

BACA JUGA:Perang Narasi dan Penegakan Hukum: Menjaga Objektivitas, Transparansi, dan Kepercayaan Publik

Jempol tidak berdarah, tetapi hati orang lain bisa terluka.

Ironisnya, orang sering merasa sedang membela kebenaran padahal yang sedang dibela sebenarnya adalah harga dirinya sendiri.

Di sinilah kita perlu membedakan antara kebenaran dan ego.

Kebenaran tidak membutuhkan kemarahan untuk menjadi benar.

Sebaliknya, ego sering membutuhkan kemarahan agar terlihat benar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: