Karhutla Berdampak pada 12,5 Juta Jiwa, DPR Minta Penanganan Kesehatan Ditingkatkan

Selasa 13-10-2026,18:34 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
Karhutla Berdampak pada 12,5 Juta Jiwa, DPR Minta Penanganan Kesehatan Ditingkatkan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) -Istimewa-

BACA JUGA:Prabowo Tak Menyangka Karhutla Tersisa 639 Hektare, Sempat Dikira Masih Melanda Ratusan Ribu Hektar

Sistem ini digunakan untuk memilah pasien berdasarkan tingkat keparahan penyakit atau cedera sehingga pasien yang membutuhkan penanganan segera dapat diprioritaskan.

Dia menegaskan bahwa penanganan awal menjadi aspek penting karena karhutla menimbulkan risiko kesehatan secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat.

“Dengan kondisi seperti ini, semua warga menjadi rentan, karena dampak karhutla itu ke semua, baik dampak kesehatan langsung, maupun dampak tidak langsungnya. Maka penanganan awal untuk korban harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Yahya juga meminta pemerintah memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, meliputi bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta warga dengan penyakit pernapasan dan kondisi kesehatan lain yang meningkatkan risiko akibat paparan asap.

Menurut dia, fasilitas kesehatan dan layanan kesehatan berbasis masyarakat perlu dilibatkan secara aktif untuk menjangkau warga. Dengan begitu, kebutuhan medis masyarakat terdampak dapat diketahui lebih awal dan ditangani dengan cepat.

BACA JUGA:Kasus ISPA di Indonesia Melonjak Tembus 14 Juta Jiwa Imbas Karhutla Makin Meluas

Selain memperkuat layanan medis, Yahya mendorong pemerintah menyediakan ruang atau tempat dengan kualitas udara yang lebih baik bagi masyarakat yang tidak dapat menghindari kabut asap di tempat tinggalnya.

Dia mengatakan, kelayakan tempat tersebut perlu diperiksa oleh tenaga yang kompeten, dengan memperhatikan kapasitas, kualitas udara di dalam ruangan, dan kemudahan akses bagi kelompok rentan.

Yahya turut meminta pemerintah memberikan petunjuk kesehatan yang mudah dipahami mengenai pembatasan aktivitas luar ruangan, penggunaan alat pelindung yang sesuai, serta gejala yang menjadi tanda perlunya pemeriksaan medis.

Informasi tersebut, menurut dia, harus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di setiap daerah dan disebarluaskan melalui saluran yang mudah diakses masyarakat.

Yahya juga menekankan perlunya perlindungan bagi pekerja yang tetap harus menjalankan aktivitas di luar ruangan selama karhutla berlangsung.

Dia meminta Kementerian Ketenagakerjaan berkoordinasi dengan pemberi kerja untuk mengevaluasi risiko paparan asap serta menyesuaikan aktivitas dan perlindungan kerja berdasarkan kondisi di lapangan.

BACA JUGA:bank bjb Raih Pengakuan Top 50 Emiten MidCap dalam IICD CG Award 2026

Menurut Yahya, masyarakat terdampak harus tetap mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan, termasuk perlindungan terhadap keberlangsungan pekerjaan ketika kondisi kabut asap membuat mereka tidak dapat beraktivitas seperti biasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait