BI Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Pasar

Jumat 16-10-2026,14:44 WIB
BI Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Pasar

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menyusul terpuruknya pergerakan perdagangan saham di sesi I perdagangan Jumat (16/10) ini, Bank Indonesia (BI) turut menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya, melalui intervensi yang dilakukan secara konsisten.  

Hal tersebut sendiri diutarakan secara langsung oleh Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea.  

Dalam penuturannya, dirinya juga turut menyampaikan bahwa di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut.  

BACA JUGA:IHSG Ambruk 10,76% ke 5.233 di Penutupan Sesi I

“Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD),” papar Erwin kepada media, pada Jumat (16/10).  

Melanjutkan, Erwin juga menambahkan bahwa terkini, cadangan devisa juga tetap berada dalam posisi yang stabil.  

“Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026,” tuturnya.  

Sebelumnya, BI sendiri juga turut menyatakan komitmennya untuk terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya, melalui sejumlah intervensi yang akan dilakukan secara konsisten.  

Beberapa intervensi tersebut sendiri adalah transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.  

Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: