Pengamat Minta Hasil Survei SMRC Soal Prabowo Dikaji Kritis, Ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Gedung Bundar Kejagung -Yt-
“Survei hendaknya dilihat sebagai sistem peringatan dini untuk pembenahan komunikasi publik pemerintah, bukan sebagai indikator kegagalan kepemimpinan. Penurunan angka dalam riset opini publik di awal masa jabatan adalah fenomena lumrah (honeymoon period decay),” kata Asep.
Ia menambahkan, penurunan angka elektabilitas tidak serta-merta membuktikan kegagalan kepemimpinan Prabowo. Hasil riset opini publik, menurutnya, perlu ditempatkan dalam konteks metodologi dan perkembangan politik, serta dikaitkan dengan evaluasi kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Asep juga menyoroti dukungan koalisi pemerintahan di parlemen sebagai salah satu modal politik Prabowo. Dukungan legislatif dinilai dapat membantu pelaksanaan agenda strategis dan program prioritas pemerintah.
Namun, ia menekankan bahwa kekuatan koalisi bukan satu-satunya penentu keberhasilan pemerintahan. Kualitas pelaksanaan kebijakan, efektivitas pengawasan, dan manfaat program yang dirasakan masyarakat tetap menjadi faktor penting.
“Dengan fondasi koalisi yang kuat, eksekusi program prioritas yang disiplin, serta figur kepemimpinan yang berkarakter, kepemimpinan Prabowo Subianto berada pada jalur yang tepat (on the right track) untuk menuntaskan agenda pembangunan nasional,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: