Terumbu Karang Raja Ampat Tak Lagi Sehat, DLH Soroti Suhu Laut

Minggu 01-11-2026,22:56 WIB
Reporter: M. Ichsan |
Terumbu Karang Raja Ampat Tak Lagi Sehat, DLH Soroti Suhu Laut

DLH Papua Barat Daya mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat rehabilitasi lingkungan sekaligus menyusun peta jalan penanganan perubahan iklim. -Istimewa-

PAPUA PEGUNUNGAN, DISWAY.ID-- Data pemantauan DLH Papua Barat Daya selama dua pekan terakhir menunjukkan sejumlah titik terumbu karang di Raja Ampat berubah warna menjadi putih. 

Julian Kelly Kambu menyampaikan temuan itu saat menghadiri kegiatan wisata lingkungan yang digelar Yayasan Bersama Satu Harmoni (YBSH) di lapangan Futsal Banyu Langit, SP 2, Kabupaten Sorong, Sabtu (31/10/2026).

BACA JUGA:Skema Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta Cicilan 1-5 Tahun, Ajukan Buat Modal Bisnis!

Menurut Julian, pemutihan karang di kawasan konservasi itu tidak disertai masuknya limbah ke perairan. Kondisi tersebut mengarah pada kenaikan suhu air laut sebagai pemicu, yang membuat karang kehilangan kemampuan bertahan hidup.

"Tidak ada limbah yang masuk, tetapi karangnya sudah memutih. Artinya, suhu air laut semakin panas sehingga karang bisa mati," ungkap Julian di hadapan peserta kegiatan.

Dampak Pemutihan Karang bagi Ikan dan Wisatawan

Kerusakan terumbu karang tidak berhenti pada biota laut. Julian menilai populasi ikan di perairan Raja Ampat berpotensi menurun jika karang mati, karena terumbu berfungsi sebagai tempat hidup dan berkembang biak berbagai jenis ikan.

BACA JUGA:Kronologi Polisi Gerebek Ponpes di Sukoharjo, Terjadi Saat Santriwati Terlelap

Efek lanjutannya menyentuh sektor pariwisata. Keindahan bawah laut Raja Ampat yang selama ini menjadi daya tarik utama wisatawan dapat berkurang, sehingga minat kunjungan ikut terancam.

Julian menegaskan Papua selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penting bagi kelestarian lingkungan dunia. Status itu, katanya, harus dijaga bersama di tengah meningkatnya ancaman pemanasan global.

"Jangan sampai kita meninggalkan air mata, tetapi harus mewariskan mata air bagi anak cucu kita," tegasnya.

Dorong Peta Jalan Iklim dan Dukungan BPDLH

DLH Papua Barat Daya mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat rehabilitasi lingkungan sekaligus menyusun peta jalan penanganan perubahan iklim. 

Salah satu peluang yang dijajaki adalah dukungan program dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: