Underpass Bitung Capai Progres 70,7 Persen, AHY Targetkan Rampung Februari 2027
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Candra Pratama -
TANGERANG, DISWAY.ID -- Pembangunan Underpass Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten, telah mencapai progres 70,7 persen. Proyek senilai Rp87 miliar itu ditargetkan rampung dan memasuki tahap serah terima pekerjaan (PHO) pada Februari 2027.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan progres pembangunan underpass tersebut masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
"Intinya hari ini kita melihat secara langsung proyek Underpass Bitung yang sudah dikerjakan, sejauh ini progresnya kurang lebih 70 persen, 70,7 persen, sesuai dengan target atau sesuai dengan timelinenya," kata AHY, Jumat, 6 November 2026.
BACA JUGA:KAI Pastikan Tak Impor KRL Bekas dari Jepang, Siapkan 23 Trainset Baru dalam 2-3 Tahun
AHY bilang, pembangunan Underpass Bitung menjadi salah satu solusi permanen untuk mengatasi kemacetan yang selama ini berdampak pada masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Menrut dia, kemacetan di jalur Bitung tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat. Tetapi juga memperlambat pergerakan kendaraan logistik dan distribusi komoditas.
"Ini penting sekali, sangat strategis, karena sudah terlalu lama masyarakat dan ekonomi yang melewati jalur Bitung ini sangat terdampak akibat kemacetan," tuturnya.
"Yang tentunya perlu kita carikan solusi yang lebih permanen, yaitu salah satunya melalui pembangunan Underpass," sambung AHY.
AHY mengemukakan, proyek Underpass Bitung memiliki panjang penanganan sekitar 350 meter, termasuk jalan pendekat.
BACA JUGA:Kolong Flyover Kampung Melayu Disulap Jadi Ring Tinju, Ini Tujuan Pramono Anung
Ia berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat mengurai kemacetan secara signifikan dan mengurangi waktu tempuh pengguna jalan.
Dia menjelaskan, kelancaran lalu lintas juga akan berdampak pada produktivitas ekonomi. Terutama karena kendaraan pengangkut logistik dapat bergerak lebih cepat.
"Ini dengan sendirinya akan mengurangi waktu tempuh, mengurai kemacetan, dan sekaligus meningkatkan produktivitas," imbuhnya.
"Karena perjalanan yang lancar artinya juga kendaraan-kendaraan, truk-truk logistik juga bisa bergerak lebih cepat, distribusi komoditas juga bisa lebih cepat," tambay AHY.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: