Zionis Hina Nabi Muhammad SAW saat Pawai di Al Quds, Uskup Agung: Israel Biadab!

Senin 30-05-2022,19:42 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

AL QUDS, DISWAY.ID - Sejumlah pemuda Israel, menggelar pawai bendera di dekat Bab Al Amud, bagian lama kota Al Quds. Mereka mengibarkan bendera Israel meneriakan “Mampus Arab” hingga menghina Nabi Muhammad SAW.

Sambil tertawa dan menari para Zionis meneriakan kata-kata penghinaan yang ditujukan untuk Nabi Muhammad SAW, dan teriakan bernada rasis.

Sebelum aksi ini dilakukan, sehari sebelum parade yang dilakukan pemuda Israel, pada Minggu 29 Mei 2022, Masjid Al Aqsa menjadi arena bentrokan, bersamaan dengan penyerbuan pemukim Zionis ke kawasan masjid.

BACA JUGA:Israel Menebar Fitnah setelah Pimpinan Garda Revolusi Islam Kolonel Hassan Sayyad Khodai Ditembak Mati 

Delegasi Uni Eropa di Al Quds mengumumkan, slogan-slogan rasis dan penyerangan fisik terhadap warga Palestina, dalam Pawai Bendera, sangat biadab dan mengerikan. Apalagi dibumbui dengan hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. 

Kementerian Luar Negeri Pemerintah Otorita Ramallah Palestina mengecam penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh pemukim Zionis di Pawai Bendera, dan menyebut Kabinet Israel pimpinan Perdana Menteri Naftali Bennett harus bertanggung jawab atas umpatan yang dibangun dalam pawai tersebut. 

Ribuan pemukim Zionis dengan dukungan tentara Israel berbaris ke lingkungan Bab al-Amoud di bagian lama Al Quds sejak Minggu malam dengan memegang bendera Zionis dan menggelar pawai bendera.

Tentara rezim Zionis juga mengubah Al Quds yang diduduki menjadi barak militer hingga mengakibatkan bentrok dengan warga Palestina di Jalan Salah al-Din dan lingkungan Bab al-Amoud. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 24 orang Palestina terluka.

BACA JUGA:Dirahasiakan Puluhan Tahun Akhirnya Iran Pamer Pangkalan Militer Baru di Tengah Kawasan Teluk Memanas

Terpisah Uskup Agung Kristen Ortodoks di Al Quds, Atallah Hanna mengatakan apa yang terjadi di Al Quds adalah kejahatan keji terhadap orang-orang Palestina dan kota ini. Apalagi menghina Nabi Muhammad SAW.

“Para penjajah mencoba untuk mengklaim melalui pawai bahwa Quds adalah sebuah Kota Yahudi, benar-benar biadab,” tegasnya.

Hana menunjukkan bahwa Quds telah menjadi pusat penjajah untuk melindungi para pemukim Zionis.

“Tidak peduli seberapa keras rezim pendudukan dan zionis mencoba melakukannya, tapi Al Quds akan tetap menjadi Kota Arab dan Palestina," tegas Uskup Agung Hanna.

BACA JUGA:Gegara 1 Pria Positif Covid-19, Ribuan Penduduk Beijing Dikarantina

Tokoh Kristen ortodoks Palestina itu menegaskan bahwa tanggung jawab membela Quds bukan semata-mata tanggung jawab rakyat Al Quds dan warga Palestina lainnya, tapi tanggung jawab seluruh bangsa Arab.

Kategori :