Dilansir dari laman United States Geological Survey (USGS), gempa susulan (aftershock) diartikan sebagai gempa bumi yang mengikuti gempa utama dalam rangkaian urutan kejadian.
Ternyata gempa susulan tidak hanya bisa terjadi beberapa hari saja, tetapi juga bisa sampai berlanjut dengan hitungan minggu, bulan, atau bahkan tahun.
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Kirimkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Cianjur
BACA JUGA:Gempa Cianjur: Evakuasi Kendaraan Tertimpa Longsor di Jalan Cugenang Terkendala Ini
Hal tersebut terjadi setidaknya sampai intensitas gempa menurun seiring berjalannya waktu.
Gempa bumi terjadi karena adanya sebagian energi yang dilepaskan oleh patahan lempeng batuan yang berpindah ke bebatuan lain di dekatnya.
Dengan begitu maka otomatis bakal menambah bobot tekanan dalam bentuk dorongan, tarikan, atau putaran.
Bebatuan akan hancur dan melepaskan energi baru jika tersebut terlalu berat hingga tidak bisa lagi untuk ditahan.
BACA JUGA:Update Korban Gempa Cianjur : 268 Meninggal, 151 Hilang, 1083 Luka-luka
BACA JUGA:Kirim Surat ke Jokowi, PM Singapura Berbelasungkawa dan Tawarkan Bantuan Atasi Gempa Cianjur
Nah dari situ muncul gempa susulan di sepanjang sesar gempa utama atau di sesar lainnya karena efek energi gempa utama.
Gempa susulan akan sangat dipengaruhi dengan kekuatan gempa utama. Jadi semakin besar gempa utama maka akan semakin besar, banyak, plus lama juga gempa susulan terjadi.
Ilustrasi/Gempa-Pixabay-
Selain itu gempa susulan terjadi juga lantaran mengikuti proses penyesuaian kecil di sepanjang patahan atau sesar yang bergeser saat gempa utama.
Namun perlu diingat bahwa kemungkinan kecil gempa susulan terjadi jika gempa bumi utama berada di kedalaman lebih dari 30 km.
BACA JUGA:Detik-detik Anak Kecil Berhasil Selamat Usai 3 Hari Terjebak Reruntuhan Gempa Cianjur: Allahu Akbar!