Ukraina Rayakan Natal Dalam Hujan Rudal Rusia

Senin 26-12-2022,11:10 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Warga Ukraina rayakan Natal dalam hujan rudal Rusia yang terus di tembakan.

Pada Minggu 25 Desember pasukan Rusia tidak menghentikan serangannya dan membombardir sejumlah kota di Ukraina.

Adapun kota yang di bombardir sehingga warga Ukraina rayakan Natal dalam hujan rudal Rusia antara lain wilayah Kupiansk dan wilayah Zaporizhzhia.

Pihak komando militer Ukraina menejalaskan di Kupiansk di wilayah Kharkiv pasukan Rusia menembaki lebih dari 25 kota di sepanjang garis depan Kupiansk-Lyman, dan di Zaporizhzhia menghantam hampir 20 kota yang membuat warga Ukraina rayakan Natal dalam hujan rudal.

BACA JUGA:Aura Kasih Senang Disebut Wanita Cantik dan Seksi: Tapi Aku Nggak Pamer Aurat

BACA JUGA:Polisi Tangkap 7 Remaja Hendak Tawuran di Palmerah, Sejumlah Sajam dan Anak Panah Diamankan

Pihak Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Minggu 25 Desember 2022 bahwa pihaknya telah membunuh sekitar 60 prajurit Ukraina pada hari sebelumnya di sepanjang garis kontak Kupiansk-Lyman dan menghancurkan banyak peralatan militer Ukraina.

Serangan yang membuat warga Ukraina rayakan Natal dalam hujan rudal ini bertolak belakang dari pernyataan Vladimir Putin selaku Presiden Rusia yang mengatakan bahwa akan segera mengakhiri perang dengan Ukraina.

"Kami siap untuk bernegosiasi dengan semua orang yang terlibat tentang solusi yang dapat diterima, tetapi itu terserah mereka,” ungkap Putin.

BACA JUGA:Tim Kuasa Hukum Richard Eliezer Hadirkan Saksi Meringankan, Guru Besar Sampai Ahli Psikologi

BACA JUGA:Ribuan Warga Washington Rayakan Natal Tanpa Listrik, Pihak Berwajib Angkat Bicara

“Kami bukan pihak yang menolak untuk bernegosiasi, merekalah yang menolak," tambah Putin.

Akan tetapi pihak Ukraina melalui penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan jika Putin perlu kembali ke kenyataan dan mengakui Rusia yang tidak menginginkan pembicaraan.

"Rusia sendirian menyerang Ukraina dan membunuh warganya," jelas Mykhailo Podolyak.

"Rusia tidak menginginkan negosiasi, tetapi berusaha menghindari tanggung jawab,” tambah Mykhailo.

Kategori :