Perdagangan Minyak Iran-Rusia Lancar, Perusahaan Asuransi Selandia Baru Inggris Abaikan Sanksi AS
Kapal tanker minyak mentah berbendera Rusia milik Rosneft, Vladimir Monomakh, melintasi Selat Bosphorus di Istanbul, Turki, 6 Juli 2023.--Reuters
AUCKLAND, DISWAY.ID– Perdagangan minyak Iran dan Rusia terus mengalir deras ke Asia meski dibayangi sanksi Barat, berkat jaringan tanker "shadow fleet" yang diasuransikan oleh perusahaan kecil di Selandia Baru bernama Maritime Mutual, dikelola keluarga Inggris.
Reuters menyebut bahwa perusahaan ini memainkan peran krusial dalam memfasilitasi perdagangan senilai puluhan miliar dolar, dengan kapal-kapal yang sering menyembunyikan lokasi mereka untuk hindari deteksi.
Menurut laporan Reuters yang meneliti ribuan dokumen pengiriman dan asuransi, ratusan transaksi minyak, serta wawancara dengan lebih dari dua lusin sumber, Maritime Mutual telah mengasuransikan kapal-kapal tanker yang membawa minyak Iran dan Rusia ke pasar seperti China, India, dan Malaysia.
Perusahaan ini, yang berbasis di Auckland dan dikelola oleh Paul Rankin (75), warga Inggris, telah beroperasi lebih dari dua dekade, mengasuransikan segala jenis kapal dari tugboat hingga tanker raksasa.
Pendapatan mereka melonjak 60% pada 2023, tahun pertama sanksi Barat terhadap ekspor energi Rusia diberlakukan.
Shadow fleet ini—jaringan tanker yang menyembunyikan kepemilikan dan rute dengan data palsu, nama fiktif, dan lokasi bohong—bergantung pada asuransi seperti dari Maritime Mutual untuk masuk pelabuhan dan berdagang.
Global Fishing Watch mendeteksi 274 kasus antara 2021-2025 di mana kapal diasuransikan perusahaan ini mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) atau memalsukan data pelacakan—taktik umum untuk sembunyikan aktivitas.
Analis Bjorn Bergman dari Global Fishing Watch terkejut: "Mengherankan perusahaan dari negara kooperatif dengan sanksi AS dan Eropa asuransikan kapal yang sering spoofing posisi."
BACA JUGA:Israel Izinkan Palang Merah dan Mesir Masuk Gaza, Perluas Pencarian Jenazah Sandera
Maritime Mutual membantah tuduhan, menyatakan tidak ada polis untuk kapal yang melanggar sanksi, termasuk yang membawa minyak Iran.
Perusahaan ini kini sertakan jaminan sanksi spesifik dalam polis sejak Maret 2025, tapi dokumen lama (2022-2024) tak punya klausul serupa.
Pada 21 Oktober 2025, mereka hentikan asuransi untuk kapal "shadow fleet" atau yang bawa minyak Rusia, meski sesuai price cap.
Sanksi AS sejak 2018 (untuk Iran) dan 2022 (untuk Rusia) bertujuan cegah Tehran dan Moskow dana milisi anti-Barat serta perang Ukraina.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: