AS, China, India Jadi Andalan, Tren Neraca Perdagangan RI Surplus

AS, China, India Jadi Andalan, Tren Neraca Perdagangan RI Surplus

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santos menyatakan bahwa secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari–November 2025 mencatatkan surplus sebesar USD 38,54 miliar.--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – Amerika Serikat (AS), China, dan India masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–November 2025.

Kuatnya kinerja ekspor ke tiga negara tersebut ikut menopang surplus neraca perdagangan Indonesia yang kembali berlanjut pada November 2025, sekaligus mencatatkan tren surplus selama 67 bulan berturut-turut.

Surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat periode November 2025 dengan nilai USD 2,66 miliar, Indonesia telah sukses memecahkan rekor tren surplus neraca perdagangan selama 67 bulan berturut-turut.

Dalam hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santos menyatakan bahwa secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari–November 2025 mencatatkan surplus sebesar USD 38,54 miliar.

BACA JUGA:Menteri Perdagangan Tinjau Pameran Wirausaha Mahasiswa di Universitas Esa Unggul

Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa pencapaian ini sendiri juga tidak luput dari peranan sektor nonminyak dan gas (nonmigas).

Menurut Menteri yang akrab disapa Busan tersebut, neraca perdagangan nonmigas berhasil mencatatkan surplus USD 4,64 miliar.

"Surplus kali ini terutama didorong surplus nonmigas sebesar USD 56,15 miliar dan defisit migas sebesar USD 17,61 miliar. Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus USD 4,64 miliar, sementara neraca minyak dan gas (migas) mencatat defisit USD 1,98 miliar," ucap Mendag Busan kepada media secara daring, pada Selasa 6 Januari 2025.

BACA JUGA:Banten Jadi Lumbung PMI, Polri-Imigrasi Perkuat Tembok Anti Perdagangan Orang!

Di samping itu, Mendag Busan juga turut mengungkapkan bahwa per Januari-November 2025, total ekspor Indonesia pada Januari–November 2025 telah meningkat menjadi sebesar USD 256,56 miliar.

Jumlah tersebut diketahui lebih besar 5,61 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 lalu.

Menurutnya, peningkatan ekspor tersebut juga turut ditopang pertumbuhan ekspor nonmigas, yang telah sukses mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,07 persen (CtC) menjadi USD 244,75 miliar.

BACA JUGA:Trade Expo Indonesia 2025 Resmi Dibuka, Pemerintah Optimistis Perdagangan Nasional Kian Tumbuh

"Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada Januari–November 2025 adalah aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang naik hingga 57,69 persen, berbagai produk kimia (HS 38) naik 48,02 persen; serta kakao dan olahannya (HS 18) naik 44,06 persen (CtC)," tutur Mendag Busan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads