Trump Sesumbar Ukraina Bisa Rebut Kembali Krimea dari Rusia, Eks Jenderal Militer Kiev: Ngomong Doang!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim secara sesumbar bahwa mereka siap bertempur dengan Israel. Yang penting ada kode koordinasi dengan aparat yang diterjunkan.--Bloomberg/ Chip Somodevilla/Getty Images
AS, DISWAY.ID -- Dunia politik dan militer lagi-lagi dikejutkan oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Untuk pertama kalinya, Trump bikin heboh dengan bilang kalau Ukraina bisa merebut kembali semua wilayahnya yang dicaplok Rusia sejak 2014, termasuk Krimea.
Lewat media sosialnya, Truth Social, Trump menulis, "Ukraina, dengan dukungan Uni Eropa, berada di posisi untuk bertarung dan MEREBUT KEMBALI seluruh wilayah Ukraina dalam bentuk aslinya."
BACA JUGA:Indonesia Defisit APBN Hingga Triliunan Rupiah, Ekonom Ungkap Penyebabnya
Tapi, jangan buru-buru senang dulu. Pernyataan ini langsung ditanggapi skeptis oleh para analis.
Momen U-Turn yang Penuh Teka-Teki
Volodymyr Fesenko, kepala think tank Penta di Kyiv, bilang ucapan Trump ini nggak bisa langsung diartikan sebagai "lampu hijau" buat Ukraina.
Menurutnya, ini cuma taktik retorika Trump untuk menunjukkan simpatinya ke Ukraina, sekaligus cara untuk menekan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Jangan anggap kata-kata Trump sebagai sinyal untuk kembali ke perbatasan 1991," kata Fesenko.
"Ini cuma cara dia berekspresi. Sejauh ini, ini cuma cara retoris untuk menekan Putin."
BACA JUGA:Heboh! Drone Houthi Lolos Hantam Israel, Netanyahu Kirim Balasan Paling Dahsyat ke Yaman
Fesenko menambahkan, Trump itu berpikir seperti pebisnis.
Dia melihat ekonomi Rusia lagi lesu karena sanksi dan masalah internal.
Tujuannya bukan karena ingin Ukraina menang, tapi agar perang ini cepat selesai. Makanya, dia kirim sinyal ke Putin.
Pernyataan Trump juga langsung dibalas Kremlin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: