3. Pemeriksaan darah lengkap
Salah satu pemeriksaan kesehatan yang penting sebelum menikah, yakni pemeriksaan darah lengkap.
Perlu diketahui, bahwa pemeriksaan darah lengkap akan memeriksa komponen di dalam darah guna mengetahui kesehatan seseorang secara umum.
Selain itu, tes tersebut mampu mendeteksi sejumlah kondisi, termasuk anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda sel darah tepi, tingkat hidrasi dan dehidrasi, dan polisitemia pada individu.
Pemeriksaan darah lengkap juga bertujuan untuk mengetahui apakah orang tua berisiko melahirkan keturunan dengan thalasemia dan hemofilia.
4. Pemeriksaan golongan darah dan rhesus
Salah satu pemeriksaan kesehatan yang penting sebelum menikah, yakni pemeriksaan golongan darah dan rhesus.
Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kecocokan rhesus dan efeknya terhadap ibu dan bayi. Pasalnya, jika calon pasangan memiliki rhesus yang berbeda, misalnya Rh-negatif pada wanita dan Rh-positif pada pria, kemungkinan ibu akan mengandung anak dengan rhesus yang berbeda pula.
Hal tersebut ternyata berbahaya untuk kesehatan janin dalam kandungan.
Perlu diketahui, bahwa darah ibu dapat merusak sel darah janin sehingga menyebabkan anemia dan gangguan perkembangan organ-organ vital janin.
5. Pemeriksaan hepatitis B
Salah satu pemeriksaan kesehatan yang penting sebelum menikah, yakni pemeriksaan hepatitis B. Perlu diketahui, bahwa tes HBsAg bertujuan untuk mendeteksi infeksi hepatitis B.
Jika HBsAg menetap dalam darah selama lebih dari enam bulan, berarti kamu atau pasangan telah mengalami infeksi kronis.
Selain itu, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mencegah penularan virus hepatitis B, baik ke pasangan atau ke calon anak.
Hal tersebut sangat penting karena hepatitis B bisa menyebabkan cacat atau kematian selama kehamilan.
6. Pemeriksaan infeksi menular seksual