Keputusannya tidak ada penalti, bahkan bola mati untuk Indonesia.
Keputusan wasit Shen Yinhao itu tentu saja mengecewakan.
Padahal sepintas Witan memang dijatuhkan di kotak terlarang itu.
Gol Ferarri Dianulir
Setelah bermain solid di babak pertama, Shin Tae-yong meminta anak asuhannya bermain lebih agresif.
Di awal-awal babak kedua itu Uzbekistan sempat kewalahan dengan pressing Pratama Arhan Cs.
Benar saja, momentum terjadi di menit 61' ketika Arhan mengirim bola dari tepi lapangan.
BACA JUGA:Wasit Shen Yinhao Buat Ustadz Hanan Attaki Ikut Marah: Kita Sudah Dizalimi!
Bola yang disambut Sananta terjadi kemelut di depan gawang Uzbekistan.
Bola akhirnya jatuh di kaki Ferarri yang berada di posisi bagus.
Sejurus kemudian anggota Ditlantas Polda Metro Jaya itu menceploskan bola cukup keras dengan kaki kanannya.
Gol pun terjadi untuk Indonesia, para pemain hingga Shin Tae-yong merayakan gol tersebut.
Namun wasit Shen Yinhao dan VAR kembali membuat keputusan kontroversi.
VAR menilai proses gol Ferarri berbau offside.
Dari tayangan VAR sebelum bola dikirim Arhan, Sananta terindikasi berada di posisi offside.