Kedua kloter tersebut mengalami perubahan jadwal penerbangan dikarenakan terdampak kerusakan mesin pesawat Garuda Indonesia yang akan memberangkatkan UPG-05.
Saiful pun berharap agar Garuda Indonesia dan Saudia Airlines dapat mematuhi komitmen serta kontrak kerja untuk memberangkatkan jemaah haji Indonesia sesuai dengan jadwal yang disepakati.
Sebab, keterlambatan keberangkatan akan berdampak pada penyiapan beragam layanan di Madinah dan Mekkah.
Baik itu transportasi maupun akomodasi, termasuk juga katering.