Makin Memanas! Ratusan Massa Bakar Keranda Mayat Buntut Abaikan 20 Laporan Kejahatan PSU

Minggu 18-05-2025,07:45 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

BACA JUGA:Parkir Liar yang Meresahkan Masyarakat Akan Disikat Habis Kepolisian: Bisa Lapor ke Call Center

BACA JUGA:ResmiI! Real Madrid Pinang Dean Huijsen, Durasi Kontrak 5 Tahun

Kemudian pada Kamis kemarin, massa kembali menyambangi kantor Bawaslu.

Aksi diwarnai dengan pembakaran ban bekas dan dokumen 20 laporan pelanggaran sebagai simbol kekecewaan mereka atas matinya keadilan. 

“Kami minta Bawaslu berlaku objektif dan responsif terhadap seluruh laporan tim Suryatati-Ii Sumirat terkait adanya modus baru pelanggaran dan kecurangan PSU,” tegas Lupti.

BACA JUGA:Parkir Liar yang Meresahkan Masyarakat Akan Disikat Habis Kepolisian: Bisa Lapor ke Call Center

BACA JUGA:Status Sebagai Negara Nonblok, Kadin Optimis Indonesia Jadi Penyeimbang China-AS

Dia mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut dan menahan para pelaku rekayasa penangkapan terhadap calon wakil bupati Ii Sumirat.

“Bukti-bukti sudah jelas, korbannya adalah cawabup kami, pelaku dan saksi-saksi lengkap, mau tunggu apalagi?" ujarnya dengan nada lantang.

Lupti merasa dipermainkan oleh sikap Bawaslu yang tidak professional dan tidak transparan.

Dia menegaskan, bila Bawaslu dan Gakkumdu bekerja profesional maka tidak mungkin persoalan PSU Bengkulu Selatan sampai ke meja hakim MK.

BACA JUGA:Fazzio Modifest 2025: Tren Modifikasi Yamaha Fazzio di Samarinda Nggak Kaleng-Kaleng!

BACA JUGA:Mau Dapat Saldo DANA Gratis Rp230.000? Ini 7 Aplikasi Penghasil Uang Dana Paling Dicari 2025, Cara Mainnya Gampang

“Ini bukan soal menang kalah, tapi soal keadilan. Harusnya Bawaslu bertindak tegas, dan karena yang melakukan ini kubu Paslon lain, dilakukan secara sistematis dan terorgansir, maka kita tuntut Bawaslu diskualifikasi,” tandasnya.

Arif, salah satu peserta aksi, menyatakan pihaknya tetap berkomitmen melakukan aksi damai. 

Namun, lanjutnya, bila Bawaslu bertahan dengan sikapnya yang acuh dan tidak transparan, bukan tak mungkin kekecewaan massa berujung anarkis.

Kategori :