Kinerja SIM dalam menghasilkan kendaraan tidak hanya sekedar memenuhi fungsi produk yang dapat beroperasi sesuai standar, namun juga sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pemanfaatan teknologi mutakhir sejak tahap awal hingga akhir memberikan parameter data yang jelas agar selalu mengikuti kriteria baku.
Pengujian seperti pengukuran persistensi body sampai dengan tes emisi gas buang sesuai regulasi selalu diterapkan.
Bahkan, dengan kehadiran Suzuki Fronx turut menciptakan fasilitas dan proses baru, yaitu inspeksi fungsi sistem bantuan pengemudi canggih (advanced driver assistance system).
BACA JUGA:Ya Ampun! Skincare Palsu di Bekasi Ternyata Campuran Tepung Tapioka dan Sabun Mandi
BACA JUGA:Bapak dan Anak Asal Maros Ini Berhaji Ifrad, Kenakan Ihram Sejak 17 Mei
Kontinuitas serta konsistensi tersebut mendukung pengendalian jaminan mutu yang sama dengan Suzuki Global.
Sebagai merek yang merealisasikan keberlanjutan lingkungan, Suzuki menerapkan beberapa metode.
Salah satu contoh upaya dilakukan dengan dampak luas berasal dari platform HEARTECT yang dipakai oleh Suzuki Fronx.
Dalam pembuatan platform tersebut, dibutuhkan material berjenis Hi-tensile Steel.
Utilisasi bahan baku Hi-tensile Steel sangat menguntungkan dalam tahap Pressing dan Welding, karena dapat dibentuk sesuai kebutuhan tanpa memerlukan jumlah lebih banyak serta bisa mengurangi perlunya titik sambungan.
BACA JUGA:Adara Serukan Hentikan Genosida: 77 Tahun Nakba, Derita Palestina Belum Usai
BACA JUGA:CUAN! Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis dari Nomor HP: Tips Legal dan Terbaru Update Juni 2025
Alhasil, pemakaian listrik yang diperlukan ketika proses produksi dapat dikurangi, sehingga konsumsi energi lebih efisien.
Secara produk, mobil ber platform HEARTECT seperti Suzuki Fronx memiliki bobot lebih ringan namun tetap kuat.
Berkurangnya bobot keseluruhan akan memberikan pengaruh cukup besar bagi mesin untuk menggerakkan kendaraan secara lebih mudah, sehingga dapat menyumbang penghematan konsumsi bahan bakar.