BRICS Sepakat 4 Poin Strategis: Perdagangan, Perdamaian, dan Reformasi Tata Dunia

Senin 07-07-2025,18:23 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : M. Ichsan

“Kemudian yang ketiga tentu terkait dengan climate change dan promoting sustainable,yang fair and inclusive development,” kata Airlangga.

Poin keempat dari Leaders’ Declaration adalah penguatan kemitraan dalam bidang pembangunan manusia, sosial, dan kebudayaan. 

Indonesia menilai kerja sama ini penting untuk mendorong transformasi sosial yang merata dan saling memperkuat di antara negara-negara anggota.

“Yang keempat adalah partnership for promotion, human, social, and cultural development. Nah itu outcome dari leaders declaration,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir alias Tata yang turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut menambahkan bahwa sebagian besar pemimpin negara anggota BRICS menyoroti situasi global yang makin tidak menentu.

BACA JUGA:Intip Perkiraan Harga tiket Konser My Chemical Romance 2026 di Jakarta

BACA JUGA:Cara Pencairan BSU 2025 di Kantor Pos, Begini Langkah Pengambilannya

"Salah satu isu yang sangat banyak diangkat oleh negara anggota adalah pentingnya untuk BRICS mengambil kepemimpinan untuk global south agar bisa mendorong me-reform sistem multilateral,” kata Wamenlu Tata.

Menurutnya, konsolidasi negara-negara global south dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas internasional dan menciptakan ruang pembangunan yang kondusif bagi negara-negara berkembang.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya reformasi serta menyambut baik solidaritas antaranggota BRICS untuk menciptakan sistem dunia yang lebih inklusif dan berimbang.

“Oleh karena itu, tadi semangatnya adalah bagaimana BRICS bisa berkontribusi untuk mendorong reformasi, untuk mendorong penguatan dari sistem multilateral itu sendiri,” lanjutnya.

Kategori :