BACA JUGA:Wacana Gibran Berkantor di IKN Atau Papua, Kaesang : Sangat Baik, Supaya Semuanya Merasakan
Pemicu Burnout: Lebih dari Sekadar Banyak Pekerjaan
Menurut Liza, ada banyak faktor yang dapat memicu burnout, dan ini tidak hanya terbatas pada volume pekerjaan yang banyak.
"Beban kerja memang salah satu pemicu utama, tapi ada aspek lain yang tak kalah penting," kata Liza.
Beberapa Pemicu Utama Burnout Meliputi:
1. Beban Kerja Berlebihan (Work Overload): Tuntutan kerja yang tidak realistis, jam kerja yang panjang, dan tenggat waktu yang ketat tanpa istirahat yang cukup.
2. Kurangnya Kontrol (Lack of Control)
Merasa tidak memiliki kendali atas pekerjaan, keputusan, atau sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
3. Penghargaan yang Tidak Adil (Unfairness): Merasa tidak dihargai, tidak diakui atas kontribusi, atau adanya perlakuan tidak adil di tempat kerja.
4. Komunitas yang Disfungsional (Dysfunctional Community): Lingkungan kerja yang toksik, konflik antarpribadi, kurangnya dukungan sosial dari atasan atau rekan kerja.
5. Nilai yang Bertentangan (Conflicting Values): Perasaan bahwa nilai-nilai pribadi bertentangan dengan nilai-nilai atau etika organisasi.
BACA JUGA:Kapan Mulai Pasang Bendera Merah Putih HUT RI 17 Agustus 2025? Simak Informasinya
BACA JUGA:Prabowo Berduka atas Wafatnya Kwik Kian Gie, Indonesia Kehilangan Sosok Kritis Pro-Rakyat
6. Kurangnya Dukungan Sosial: Merasa terisolasi dan tidak memiliki sistem pendukung, baik di tempat kerja maupun di luar.