BACA JUGA:Rusia Gunakan Rudal Hipersonik, Gempur Pabrik Senjata dan Bandara Ukraina
Mereka menekankan bahwa darah para menteri Yaman yang tumpah untuk mendukung rakyat Palestina kini bercampur dengan darah rakyat Palestina dalam pertempuran Banjir Al-Aqsa.
Hal ini menunjukkan persatuan bangsa dalam menghadapi musuh Zionis.
Gerakan Jihad Islam menganggap kematian para menteri sebagai lambang kehormatan dan kebanggaan bagi Yaman.
Mereka menegaskan bahwa darah rakyat Palestina dan Yaman bersatu dalam menghadapi Zionis.
BACA JUGA:Banjir Bandang di Arab Saudi Hanyutkan Ratusan Mobil, Begini Kondisi Kota Suci
BACA JUGA:IAEA Kembali ke Iran untuk Awasi Pengisian Bahan Bakar di PLTN Bushehr
Mereka yakin bahwa pemimpin dan rakyat Yaman tidak akan ragu untuk terus membela kehormatan bangsa dan menghukum kejahatan Zionis.
Gerakan Mujahidin Palestina menyatakan bahwa meninggalnya para pemimpin Yaman adalah bukti bahwa perjuangan mereka berada di jalan yang benar.
Mereka menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan melupakan pengorbanan besar yang diberikan oleh rakyat Yaman.
Gerakan ini melihat serangan terhadap pertemuan pemerintah Yaman sebagai bukti keputusasaan dan kegagalan Zionis dalam menghadapi serangan Yaman yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Hujan Lebat Himalaya, Hujan Besar Ancam India dan Pakistan
BACA JUGA:Ketegangan AS-Denmark Meningkat, Kontroversi Greenland hingga Pemanggilan Diplomat
Mereka juga yakin bahwa kepemimpinan Yaman akan mampu menghadapi cobaan ini dan terus berjuang melawan Zionis.