Rusia Gunakan Rudal Hipersonik, Gempur Pabrik Senjata dan Bandara Ukraina
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di desa Sknyliv di pinggiran Lviv, Ukraina, 21 Agustus 2025.--Reuters
MOSKOW, DISWAY.ID-- Rusia telah menggunakan rudal hipersonik dalam serangan terhadap fasilitas militer dan industri di Ukraina, menandai peningkatan signifikan dalam eskalasi konflik.
Di antara rudal hipersonik yaitu Oreshnik. Rudal ini, yang diklaim memiliki kecepatan hingga Mach 10 dan kemampuan manuver untuk menghindari sistem pertahanan udara, diluncurkan untuk menargetkan pabrik senjata dan bandara, termasuk serangan terkonfirmasi pada pabrik PA Pivdenmash di Dnipro. Selain itu, rudal Kinzhal juga digunakan dalam penyerahan terbarunya.
Penggunaan rudal ini memicu kekhawatiran global tentang intensifikasi perang dan ancaman terhadap infrastruktur sipil.
BACA JUGA:Banjir Bandang di Arab Saudi Hanyutkan Ratusan Mobil, Begini Kondisi Kota Suci
Diketahui, sebelumnya pada 21 November 2024, Rusia meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik untuk pertama kalinya dalam pertempuran, menyerang pabrik PA Pivdenmash di Dnipro, Ukraina, yang memproduksi motor roket dan teknologi luar angkasa.
Menurut laporan dari Associated Press dan Reuters, serangan ini melibatkan rudal balistik jarak menengah (IRBM) berbasis RS-26 Rubezh, yang membawa enam hulu ledak, masing-masing melepaskan enam submunisi, menghasilkan total 36 titik dampak.
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan rudal ini sebagai senjata yang "tidak dapat dicegat" dan mampu "menghancurkan target menjadi partikel elementer" karena hulu ledak termalnya yang mencapai suhu 4.000°C.
Selain pabrik senjata, Rusia juga menggunakan rudal hipersonik untuk menyerang fasilitas strategis lainnya, termasuk bandara.
Pada 25 Maret 2024, dua rudal hipersonik Zircon diluncurkan dari Krimea menargetkan pusat pengambilan keputusan di Kyiv, termasuk markas SBU dan Bandara Zhuliany, meskipun Ukraina mengklaim berhasil mencegat kedua rudal tersebut dengan sistem pertahanan Patriot dan SAMP/T, seperti dilaporkan Wikipedia.
BACA JUGA:Ketegangan AS-Denmark Meningkat, Kontroversi Greenland hingga Pemanggilan Diplomat
Terbaru, Rusia kembali menggunakan rudal hipersoniknya untuk menggempur fasilitas penting di Ukraina. Kamis 28 Agustus 2025 ini, Kremlin menggunakan rudal hipersonik Kinzhal di samping sejumlah persenjataan lainnya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim situs militer Ukraina berhasil digempur, termasuk beberapa pabrik senjata dan bandara.
Namun militer Ukraina mengeklaim telah mencegat sebagian besar drone dan rudal Rusia tersebut. Ada 13 lokasi yang digempur Rusia, salah satunya yang disebut sebagai kantor perusahaan pertahanan Ukrspecsystems di Jalan Zhylianska.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: