Sapi akan jadi senjata baru. Senjata yang tidak meletuskan peluru. Tapi menghasilkan daging dan susu yang berkualitas.
Untuk Pemenuhan Gizi lewat MBG
Presiden Prabowo Subianto melaporkan capaian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.
Dari laman resmi Kementerian Kesekretariat Negara, hingga Agustus 2025, Presiden Prabowo mengklaim program ini telah membantu meningkatkan prestasi anak-anak di sekolah.
"Sudah ada 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi di Indonesia. MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur- dapur, dan melibatkan 1 juta petani, nelayan, peternak dan UMKM. MBG mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa," tutur Prabowo dikutip Jumat, 19 September 2025.
Untuk mendukung jalannya program MBG ini, pemerintah mengimpor dua juta ekor sapi selama Pemerintahan Presiden Prabowo.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menjelaskan sapi-sapi yang diimpor berupa indukan yang akan dikembangbiakkan.
Dia menerangkan sapi indukan tersebut akan disebar ke berbagai peternak. Baik skala kecil maupun besar, melalui pola kemitraan.
Pada September 2025 ini, Kementerian Pertanian mengungkap 40.500 ekor sapi diimpor dari target 150.000 ekor sapi perah dan sapi pedaging.
"Kita punya target memang besar, 150.000 ekor sapi perah dan sapi pedaging investasi di Indonesia. Sudah ada investasi masuk 11.500 sapi perah untuk kebutuhan susu dan 29.000 ekor investasi sapi pedaging untuk daging sapi potong," kata Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IV DPR pada Selasa, 16 September 2025.
Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), Sonny Effendhi mendukung adanya kebijakan pemerintah untuk impor sapi ini.
Sonny mengungkapkan hal ini tidak mengancam posisi peternak sapi Lokasi. Karena jumlah produk susu di Indonesia masih jauh dari kata cukup.
"Produk susu segar masih sangat kurang," kata Sonny kepada Disway pada Jumat, 19 September 2025.
Apabila sebagian sapi perah diberdayakan oleh masyarakat, dia yakin akan membuka lapangan pekerjaan baru dan pemenuhan susu dalam negeri meningkat.
Ia meyarankan pemerintah agar impor sapi hidup ini tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Selain itu, dapat memberikan insentif kepada masyarakat untuk ikut mengelola sapi dan menyedikan lahan plus pakan ternak.
Terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan peluang pasokan susu untuk memenuhi program MBG ini.