Husam Zomlot, Kepala Misi Palestina di Inggris yang kemudian berstatus Duta Besar Palestina di Inggris, menyebutnya sebagai "hak tak terbantahkan" yang mengakhiri "penyangkalan eksistensi kami".
Diketahui, secara historis, Inggris punya peran besar dalam nasib Palestina. Sejak Mandat Britania 1922, Inggris mengelola wilayah itu hingga 1948, yang berujung pada Deklarasi Balfour 1917 yang mendukung "tanah air nasional Yahudi".
Kini, pembaruan peta ini seperti "koreksi sejarah", yang memperkuat posisi 147 negara PBB yang sudah mengakui Palestina atau 75 persen anggota PBB.