Kejutan! Otoritas Palestina Angkat Jempot Buat Trump, Sepakati Rencana 20 Poin Perdamaian Gaza
Otoritas Palestina di Tepi Barat, Jerusalem, secara mengejutkan menerima rencana 20 poin perdamain Gaza yang disusun oleh Donald Trump-X/@Netanyahu-
JERUSALEM, DISWAY.ID -- Otoritas Palestina (PA) secara mengejutkan menyatakan dukungan terbuka terhadap peta jalan perdamaian yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Dalam sebuah pernyataan resmi pada Selasa, PA menyambut baik "upaya tulus dan gigih" yang dilakukan oleh Trump untuk mencapai perdamaian antara Israel dan Hamas.
PA, yang saat ini mengelola Tepi Barat, menyatakan keyakinan penuh terhadap kemampuan Trump untuk menemukan jalan keluar damai di Gaza, menekankan bahwa kemitraan dengan AS sangat vital untuk menghadirkan stabilitas di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Gegar! Pentagon Suntik Pabrik Senjata Raytheon Rp78 Triliun, AS Minta Produksi Masif Rudal Coyote
BACA JUGA:Pemerintahan AS Resmi Shutdown Hari Ini, Pegawai Terancam Tak Dapat Gaji, Layanan Publik Terganggu
Poin Kunci Rencana 20 Pasal dan Syarat Mutlak PA
Rencana 20 pasal yang diumumkan Gedung Putih saat pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin, menyerukan gencatan senjata segera dan pertukaran semua sandera yang ditahan Hamas dengan tahanan Palestina di Israel.
Secara ambisius, rencana ini membayangkan Gaza menjadi "zona tanpa radikalisasi dan teror" setelah penarikan pasukan Israel, dengan Hamas dikecualikan dari pemerintahan enklaf tersebut.
Namun, PA memberikan sejumlah syarat kunci agar gencatan senjata bisa terwujud melalui kesepakatan komprehensif, yaitu:
- Memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai ke Gaza.
- Pembebasan sandera dan tahanan.
- Pembentukan mekanisme untuk melindungi rakyat Palestina.
- Mencegah aneksasi tanah, menghentikan penggusuran, dan mengakhiri tindakan sepihak yang melanggar hukum internasional.
- Pencairan pendapatan pajak Palestina yang ditahan.
- Penarikan penuh Israel dari wilayah tersebut.
PA menegaskan, langkah-langkah ini akan "membuka jalan menuju perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara, dengan Negara Palestina yang independen dan berdaulat hidup berdampingan dengan Negara Israel dalam keamanan, perdamaian, dan bertetangga baik, sesuai dengan legitimasi internasional."
BACA JUGA:Alarm Moskow: Lavrov Peringatkan AS, Ukraina Tak Layak Diberi Rudal Tomahawk!
Reaksi Beragam Faksi Palestina dan Data Konflik
Respons terhadap usulan AS ini terbagi. Hamas menyatakan akan mempelajari proposal tersebut "dengan itikad baik."
Berdasarkan sumber NBC, kelompok tersebut cenderung menerima rencana itu dan dijadwalkan menyampaikan tanggapan mereka kepada mediator Mesir dan Qatar pada hari Rabu.
Sebaliknya, faksi Palestinian Islamic Jihad, yang berjuang bersama Hamas, dengan tegas menolak peta jalan Trump, menyebutnya sebagai "resep untuk meledakkan kawasan."
Konflik yang dipicu oleh serangan mematikan Hamas ke Israel selatan pada Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menawan lebih dari 250 sandera, telah menimbulkan tragedi kemanusiaan yang mendalam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: