Pemerintah Kebut 18 Proyek Hilirisasi, 6 Proyek Mulai Ground Breaking Mulai Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menerangkan pemerintah punya 18 proyek hilirisasi yang ditargetkan selama tiga bulan akan terealisasikan, di mana satu bulan pertama akan ada enam proyek akan ground breaking..-Disway.id/Anisha Aprilia-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan salah satu yang menjadi pembahasan di retret kedua yaitu soal hilirisasi.
Ia menyebut pemerintah akan memulai pembangunan sejumlah proyek hilirisasi pada Januari 2026.
Pada tahap awal, terdapat enam proyek yang akan memasuki fase ground breaking dan akan dilanjutkan pada Februari serta Maret untuk menuntaskan total sekitar 18 proyek hilirisasi yang telah disepakati pemerintah.
BACA JUGA:Tanggal 16 Januari 2026 Libur Apa? Berikut Informasi Lengkapnya
BACA JUGA:Prabowo Bentuk Satgas Khusus Pascabencana, Mendagri Ditunjuk Jadi Ketua
"Rencananya akan ada di bulan Januari enam ground breaking dari program hilirisasi, yang kemudian dilanjutkan di bulan Februari dan Maret untuk menyelesaikan kurang lebih 18 program hilirisasi yang sudah kita sepakati,” ujar Prasetyo saat ditemui di Hambalang, Selasa, 6 Januari 2026.
Salah satu proyek prioritas adalah pembangunan fasilitas waste to energy di 34 kabupaten/kota.
Proyek tersebut menyasar wilayah yang saat ini menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari dan dinilai membutuhkan penanganan segera.
"Waste to energy akan dibangun di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini perlu ditangani sesegera mungkin agar sampah tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah," jelasnya.
BACA JUGA:Benarkah iPhone 18 Gagal Rilis Tahun 2026? Berikut Fakta yang Sebenarnya Terjadi
BACA JUGA:Nenek Elina Laporkan Lagi Samuel 'Mafia Tanah' ke Polda Jatim atas Dugaan Pemalsuan Dokumen!
Selain pengelolaan sampah, pemerintah juga menyiapkan proyek hilirisasi di sektor energi, termasuk pembangunan sejumlah titik dimethyl ether (DME).
Di bidang pertanian, pemerintah mendorong program-program hilirisasi yang bersifat padat karya sekaligus bernilai investasi tinggi.
Prasetyo mencontohkan potensi komoditas unggulan nasional seperti kopi, cokelat, dan pala yang dinilai memiliki nilai jual tinggi di pasar global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: