BACA JUGA:Krishna Murti : Dosen UII Pesan Tiket Pesawat ke Boston Saat Masih di Jakarta
Area Studies (Kajian Wilayah)
Area Studies populer terutama di Amerika, Eropa, dan negara-negara maju selama Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Pendirian pusat-pusat kajian wilayah didorong oleh kepentingan geopolitik.
Area Studies dibuka untuk mempelajari wilayah lawan seperti Soviet dan sekutunya, dan wilayah sekutu untuk menyusun strategi politik luar negeri yang tepat.
Apa bedanya Area Studies dengan orientalisme? Keduanya tidak identik, tetapi ada kemiripan. Orientalisme berkembang pada abad ke-19 melalui kapitalisme dan modernisme Barat, terutama di Eropa. Secara sederhana, orientalisme dapat dipahami sebagai cara Barat memandang dunia non-Barat.
Edward Said menggambarkan orientalisme sebagai “a Western style of domination, restructuring and authority over the Orient.” Orientalisme berkembang seiring kolonialisme dan menjadi bagian dari proyek imperialisme.
BACA JUGA:Krishna Murti : Dosen UII Pesan Tiket Pesawat ke Boston Saat Masih di Jakarta
Area Studies berkembang di abad ke-20, terutama di Amerika, dengan latar belakang berbeda: Perang Dingin.
Kepentingannya lebih bersifat politis dan ekonomis dalam rangka memenangkan kompetisi global.
Karena Amerika secara konstitusional memisahkan agama dan negara, dimensi keagamaan tidak menjadi fokus utama.
Secara historis, orientalisme adalah proyek Eropa; Area Studies adalah proyek Amerika.
Lalu apakah Area Studies perlu dibuka di Indonesia untuk mempelajari masyarakat lain?
Orientalisme dan Area Studies lahir dari dunia yang tidak setara (unequal world). Orientalisme berkembang saat kolonialisme Eropa; Area Studies berkembang saat Amerika memulai dominasinya.
Tetapi bagi Indonesia kepentingannya berbeda: bukan untuk mendominasi, melainkan untuk memahami. Farish Noor, intelektual Malaysia yang kini mengajar di UIII, menyarankan agar paradigma Area Studies diperbaharui—bukan untuk kepentingan kolonialisme dan dominasi, tetapi demi kepentingan kita sendiri.
Paradigma Baru Area Studies
Dekat serasa jauh, jauh serasa dekat—begitulah kondisi hubungan negara-negara Muslim.
Secara agama dekat, doa untuk kesejahteraan dan kedamaian negara Muslim lain mengalir tanpa batas.