JAKARTA, DISWAY.ID - Ramadan tinggal sebentar lagi, tapi justru sekarang kebutuhan pangan makin berat seperti harga daging sapi yang naik terus, sementara stok di pasar tradisional makin tipis.
Imbasnya, pedagang sampai konsumen rumah tangga sama-sama kelimpungan.
Biasanya menjelang Ramadan, permintaan bahan makanan naik, termasuk daging sapi, menu wajib buat sahur dan buka.
BACA JUGA:Jelang Ramadan dan Lebaran, Lonjakan Harga Daging Sapi Bikin Pelaku Usaha Kuliner Kelimpungan
Tiap tahun menjelang Ramadan dan lebaran pasokan daging sapi seret, harga malah melambung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan harga daging sapi di eceran naik sampai 15 persen.
Sekarang, harga daging sapi di Jakarta tembus Rp150 ribu per kilo.
Dia menjelaskan, lonjakan harga ini gara-gara harga sapi hidup di tingkat produsen jauh di atas harga yang udah ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Langkah Pemprov DKI Redam Harga Daging
BACA JUGA:Peran Krusial Orang Tua di Kasus Child Grooming, LPSK Siap Beri Perlindungan
BACA JUGA:Rahasia Gelap dan Celah Pidana Child Grooming
Biar masyarakat tetap bisa membeli daging sapi, Pemprov DKI mengambil beberapa langkah.
Salah satunya, Rumah Potong Hewan (RPH) tetap buka tanpa biaya tambahan pemeriksaan.
Selain itu, lewat Perumda Dharma Jaya, Pemprov DKI distribusikan sapi hidup dengan harga sekitar Rp54 ribu per kilo bobot hidup yang jauh lebih murah.