Peran Krusial Orang Tua di Kasus Child Grooming, LPSK Siap Beri Perlindungan

Peran Krusial Orang Tua di Kasus Child Grooming, LPSK Siap Beri Perlindungan

Ilustrasi. Pelaku child grooming dan kekerasan seksual terhadap anak tidak selalu orang asing. Berdasarkan pengalaman LPSK, pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Luka lama yang dituangkan oleh Aurelie Moeremans dalam buku yang berjudul 'The Broken Strings' menjadi buah bibir masyarakat. 

Hal ini mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam kehidupan anak.

Kasus Child Grooming yang digadang-gadang menjadi biang keladi trauma pribadi Aurelie Moeremans rupanya sampai ke telinga pihak eksekutif yakni Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Menteri PPPA, Arifah Fauzi menyoroti akar rumput terjadinya kasus Child Grooming Aurelie Moeremans. 

Menurutnya, pelaku tidak datang dengan kekerasan fisik di awal, melainkan dengan bimbingan dan perhatian yang tampak protektif. Pola inilah yang disoroti oleh Menteri Arifah sebagai "ancaman tersembunyi". 

Pelaku biasanya masuk ke lingkaran terdekat anak, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga satuan pendidikan.

“Pelaku membangun kedekatan dan kepercayaan anak secara bertahap sebelum melakukan eksploitasi. Pola pendekatan yang tampak wajar ini sering kali luput dari pengawasan,” ujar Menteri Arifah saat dimintai keterangan, Minggu 25 Januari 2026.

Tak sebatas secara tatap muka, rupanya Menteri Arifah Fauzi, pelaku juga bisa memasuki celah dengan terjun ke ruang siber. 

Di tengah tingginya aktivitas anak di dunia maya, digital grooming menjadi risiko baru yang jauh lebih sulit dipantau. 

Pelaku menyamar melalui gim daring dan media sosial, menggunakan identitas palsu untuk menjerat psikologis korban.

“Kondisi ini menuntut pengawasan yang lebih kuat dari orang tua dan guru, serta peningkatan literasi digital bagi anak-anak kita,” ucap Arifah Fauzi.

Oleh karena itu, Kemen PPPA mendorong orang tua untuk membangun dialog dua arah yang jujur dengan anak. 

Kepekaan terhadap perubahan sikap anak adalah deteksi dini yang paling efektif sebelum manipulasi berubah menjadi kekerasan.

Pengawasan yang Ketat Diperlukan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads