Harga Narkoba Selangit, Bali Jadi Target Sindikat Internasional

Sabtu 07-02-2026,15:54 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : M. Ichsan

BACA JUGA:Indobuildco Sebut Ada Ketidakadilan Hukum dalam Rencana Eksekusi Hotel Sultan

BACA JUGA:94 Bodypack Korban Longsor Pasirlangu Ditemukan SAR, Pencarian Berlanjut Adaptif di Tahap Pemulihan

“Kondisi ini bikin bisnis narkoba makin ramai karena untungnya luar biasa besar,” kata Budi.

Ia menegaskan narkoba merupakan extraordinary crime yang setara dengan korupsi dan terorisme karena dampaknya yang merusak masa depan bangsa.

“Kalau akarnya rusak, ranting dan daun pasti tumbang. Kita harus jaga pohon Indonesia ini tetap kuat,” tegasnya.

Di sisi lain, Budi juga menyoroti keterbatasan fasilitas rehabilitasi di Bali. Saat ini layanan rawat inap intensif masih terpusat di RS Manah Santi Mohatama Bangli dan RSD Mangusada Badung.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di Bali Barat dan Bali Utara menghadapi kendala jarak untuk memperoleh layanan pemulihan yang optimal.

BACA JUGA:Promo Superindo Terbaru Hari ini 7 Februari 2026, Sabun Cuci Piring Mama Lemon Cuma Rp9 Ribuan

BACA JUGA:Peran Strategis Muhammadiyah Dorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

“Sehingga warga di Bali Barat dan Bali Utara menghadapi kendala jarak untuk mendapatkan pelayanan yang intensif,” tutupnya.

Melalui dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali serta sinergi aparat penegak hukum, bea cukai, TNI, dan masyarakat, BNNP Bali menargetkan penguatan perang terpadu melawan sindikat narkoba yang kian agresif membidik Bali.

Kategori :