Pedagang Kecil Menjerit, Satu KTP Satu Harga Gas LPG 3 Kg Bikin 'Kecekek’

Senin 16-02-2026,07:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi Disway
Editor : Marieska Harya Virdhani

Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo menilai penggunaan NIK di tingkat pangkalan LPG berpotensi menimbulkan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi.

Menurutnya sebagian besar pangkalan belum memiliki sistem keamanan digital yang memadai, minim pengawasan, serta belum siap dalam pengelolaan data sensitif masyarakat.

"Negara harus hadir untuk memastikan perlindungan data pribadi warga benar-benar dijalankan. Jangan sampai kebijakan ini justru membuka celah penyalahgunaan NIK," katanya kepada Disway.id pada Sabtu, 14 Februari 2026.

YLKI menegaskan, perlindungan data pribadi bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban negara yang harus diiringi dengan pengawasan ketat dan sistem keamanan yang jelas.

BACA JUGA:PMJ Bongkar Sindikat Oplosan LPG 3 Kg ke Tabung 12 dan 50 Kg, Bahayakan Warga

Akses Energi Subsidi Jangan Dipersulit

YLKI juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok rentan agar bisa mendapatkan energi dengan harga terjangkau. 

Karena itu, kebijakan pendataan tidak boleh berubah menjadi hambatan administratif bagi masyarakat kecil. 

Jika pendataan NIK memicu antrean panjang, prosedur rumit atau penolakan pembelian karena warga tidak membawa dokumen, maka hal tersebut dinilai berpotensi melanggar prinsip aksesibilitas dan keadilan distribusi energi.

"Kebijakan tepat sasaran tidak boleh berubah menjadi kebijakan mempersulit rakyat kecil. NIK KTP tidak seharusnya menjadi syarat utama untuk mendapatkan gas elpiji subsidi," ujarnya.

Bagi pemerintah, ini soal akurasi subsidi.

Namun bagi Sampir, pedagang bakso di sudut Jakarta Barat itu, persoalannya jauh lebih sederhana: apakah kuah baksonya masih bisa mendidih esok pagi.

REPORTER: Cahyono, Candra Pratama, Fajar Ilman,  Rafi Adhi Pratama

 

Kategori :