Buka-bukaan Keuntungan Mitra SPPG, Sony Sonjaya: Ada Resiko yang Ditanggung Mitra

Minggu 22-02-2026,12:34 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya buka-bukaan perhitungan keuntungan mitra SPPG.

Perhitungan ini terkait dengan beredarnya video Ketua BEM UGM yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun.

Dalm vieo tersebut juga disinggung juga ada dugaan dugaan mark-up bahan baku dan dihubungkan dengan isu kepemilikan dapur oleh pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu.

Semua narasi ini memunculkan kesan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disiapkan untuk membiayai kepentingan partai.

Sony Sonjaya menegaskan juka narasi tersebut merupakan bentuk disinformasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta teknis maupun skema pembiayaan yang berlaku.

BACA JUGA:Siasati Libur Lebaran Idul Fitri 2026, SPPG Bakal Rapel Distribusi MBG Sepekan Sekaligus

BACA JUGA:Abdul Mu’ti Dukung SPPG Tahap 3, Gizi Jadi Fondasi Pembangunan SDM

Menurut Sony, adanya klaim mitra meraup keuntungan Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi yang keliru dan tidak berdasar pada realitas investasi maupun operasional.

"Mitra mendapatkan ‘untung bersih’ Rp 1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi," tegasnya, Pekanbaru, Sabtu (21/2).

Sony menyampaikan jika Rp 1,8 miliar bukan keuntungan bersih, melainkan pendapatan kotor maksimal.

  • Angka Rp1,8 miliar merupakan estimasi pendapatan kotor (gross revenue) maksimal, dengan perhitungan: Rp6.000.000 x 313 hari operasional (Minggu libur) = Rp1.878.000.000 per tahun.
  • ⁠Angka tersebut bukan laba bersih, melainkan pendapatan sebelum dikurangi biaya investasi, operasional, pemeliharaan, depresiasi, dan risiko usaha lainnya.

Untuk memperoleh insentif tersebut, mitra wajib membangun SPPG sesuai Juknis 401.1 Tahun 2026 yang menetapkan standar teknis sangat ketat.

Estimasi investasi awal yang harus dikeluarkan Mitra dari dana pribadi berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung harga lahan dan lokasi (misalnya Jakarta, Bali, Batam, atau Papua).

BACA JUGA:Pastikan Kualitas Terjaga, Kepala SPPG Wajib Mengawal Produksi hingga Distribusi

BACA JUGA:Kebut Sertifikasi Dapur MBG, BPJPH Klaim Sudah 2.340 SPPG Bersertifikat Halal

Investasi ini merupakan belanja modal (Capital Expenditure/CapEx).

Kategori :