Kasus Penyerangan Aktivis KontraS Didalami, Kapolri: 86 CCTV Sudah Dikumpulkan

Rabu 18-03-2026,16:52 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : M. Ichsan

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diduga para pelaku sudah mengikuti korban sejak sebelum peristiwa penyiraman air keras terjadi," tuturnya.

Dari hasil penelusuran, para pelaku diketahui bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju Jalan Medan Merdeka Timur, tepatnya di depan Stasiun Gambir, yang diduga menjadi titik awal pengintaian terhadap korban.

Selanjutnya para pelaku melintasi Jalan Ir H Juanda menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka kemudian kembali berputar ke arah Medan Merdeka Timur hingga ke kawasan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sebelum bergerak menuju SPBU Cikini.

Menurutnya, korban sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB.

"Diduga empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor sudah menunggu korban di depan KFC Cikini," ungkapnya.

Tak lama setelah korban meninggalkan lokasi tersebut, para pelaku langsung mengikuti hingga ke kawasan Salemba. 

BACA JUGA:Daftar Diler Siaga MMKSI Sepanjang Libur Lebaran 2026, Tersebar di 65 Titik Seluruh Nusantara

BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026 Ada Diskon Tarif Tol Tangerang-Merak, Cek Biaya yang Harus Dikeluarkan

Polisi menduga aksi penyiraman air keras terjadi sekitar pukul 23.37 WIB di wilayah Jakarta Pusat.

"Di lokasi kejadian kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga sangat membantu proses penyelidikan," jelasnya.

Usai melakukan aksinya, para pelaku diketahui melarikan diri dengan cara berpencar untuk menghindari kejaran petugas. 

Dua orang pelaku bergerak ke arah kawasan Merdeka, sementara dua lainnya melawan arus di Jalan Salemba menuju kawasan Senen.

Pergerakan mereka kemudian terdeteksi menuju Jalan Kramat Raya hingga ke kawasan Gondangdia. 

Bahkan para pelaku juga sempat terpantau bergerak ke sejumlah wilayah lain seperti Antasari, Matraman, hingga Jatinegara.

Kategori :